Tim peneliti dari Kent State University, AS mengaku tertarik untuk menggali hubungan antara penggunaan ponsel pintar dan tingkat kebugaran karena lain halnya dengan televisi, ponsel berukuran lebih kecil dan portabel alias bisa dibawa kemana-mana sehingga ponsel dapat tetap digunakan sembari melakukan aktivitas fisik.
Dari situ ditemukan bahwa disamping mengurangi mobilitas, penggunaan ponsel yang berlebihan diketahui berkontribusi terhadap gaya hidup sedenter bagi sejumlah partisipan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, mahasiswa yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan ponsel pintarnya, yaitu sekitar 14 jam sehari, dilaporkan tak begitu fit dibandingkan mahasiswa yang menghabiskan waktu sedikitnya lebih dari 90 menit setiap harinya. Demikian dikutip dari Timesofindia, Sabtu (13/7/2013).
Bahkan peneliti Jacob Barkley dan Andrew Lepp dari College of Education, Health and Human Services, Kent State University pun dapat menyimpulkan dari temuan mereka bahwa penggunaan ponsel bisa jadi salah satu indikator untuk menunjukkan risiko seseorang terhadap berbagai gangguan kesehatan jika mereka memiliki gaya hidup yang tak aktif.
Temuan ini telah dipublikasikan dalam International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity.
(vit/vit)











































