Hati-Hati, Asupan Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus

Hati-Hati, Asupan Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus

- detikHealth
Selasa, 16 Jul 2013 03:48 WIB
Hati-Hati, Asupan Manis Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Usus
Foto: Ilustrasi/ Thinkstocks
Edinburgh - Jika Anda gemar mengonsumsi makanan manis seperti cokelat, biskuit, atau kue, sebaiknya mulailah berhenti melakukannya. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi makanan manis meningkatkan risiko kanker usus.

Penelitian tersebut merupakan yang pertama kali mengungkapkan hubungan positif antara makanan manis dan berlemak dengan kanker usus, penyakit yang merenggut lebih banyak nyawa dibandingkan kanker paru-paru. Studi sebelumnya menjadikan daging olahan seperti sosis sebagai faktor yang bisa meningkatkan risiko kanker usus. Namun, ternyata makanan populer lainnya juga memiliki pengaruh terhadap penyakit ini.

Peneliti dari Edinburgh dan Aberdeen University meminta 2.000 pria dan wanita yang terkena kanker usus untuk mengisi kuisioner panjang tentang apa menu diet mereka sebelum didiagnosis terkena kanker usus. Kelompok lain sekitar 3.000 orang dengan rentang usia dan daerah yang sama juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mencakup lebih dari 170 jenis makanan berbeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka yang makan paling banyak makanan ringan berenergi tinggi seperti cokelat, biskuit, kue, permen, kacang, keripik, dan jenis makanan penutup, 18 persen lebih mungkin terkena kanker usus dibanding mereka yang mengonsumsi lebih sedikit makanan tersebut.

Konsumsi minuman bersoda juga meningkatkan risiko kanker usus sebesar 12 persen. Obesitas dan kurang olahraga, dua faktor yang sudah diketahui meningkatkan risiko kanker usus juga turut diperhitungkan.

Penelitian yang diterbitkan dalam edisi terbaru European Journal of Cancer Prevention ini juga mengaitkan konsumsi ikan putih dengan kanker usus. Meski hal itu tak terduga, para peneliti berasumsi mungkin ikan yang dimakan peserta diolah secara tidak sehat.

Ketika beberapa makanan bisa meningkatkan risiko kanker usus, nampaknya kopi justru membantu mengurangi risiko tersebut. Peserta yang minum banyak kopi risikonya delapan persen lebih rendah dari mereka yang tidak minum kopi. Hasil ini sesuai dengan penelitian sebelumnya bahwa konsumsi empat cangkir kopi sehari bisa menunurunkan risiko kanker usus hampir seperempatnya.

Dr Evropi Theodoratou dari Edinburgh University's School of Molecular, Genetic and Population Health Sciences mengatakan diperlukan studi yang lebih besar meskipun studi singkatnya ini sudah membuktikan bahwa makanan ringan bergula dan berlemak meningkatkan risiko kanker usus.

Ia menambahkan meskipun tidak jelas bagaimana makanan tersebut bisa menyebabkan kanker usus, tapi temuannya tidak boleh diberhentikan. "Hal ini penting untuk dilanjutkan terutama karena orang-orang di negara maju banyak mengonsumsi makanan ini," kata Evropi, seperti dilansir Daily Mail, Selasa (16/7/2013).

Jessica Harris dari Cancer Research UK yang sebagian mendanai penelitian, mengatakan ide yang baik untuk membatasi makanan tinggi gula dan tinggi kalori dalam menu makanan meskipun studi ini tidak dapat menunjukkan dengan pasti bahwa makanan tersebut berkaitan dengan risiko kanker.

"Makan terlalu banyak jenis makanan bisa menyebabkan berat badan bertambah dan kita tahu itu berkaitan dengan risiko kanker usus yang lebih tinggi," ujar Jessica.

Menurutnya, cara terbaik mengurangi risiko kanker usus yaitu rajin olahraga, mengurangi alkohol, dan diet seimbang dengan tujuan menjaga berat badan yang sehat.

Sementara itu, profesor nutrisi di Glasgow University, Mike Ramping, memperingatkan bahwa jumlah pasien kanker bisa saja dipengaruhi makanan yang dianggap tidak baik bagi mereka. "Kami belum bisa mengatakan bahwa ilmu ini menunjukkan makanan tersebut menyebabkan kanker usus, tapi kami cukup yakin makan lebih banyak buah dan sayuran serta olahraga teratur dapat mencegah kanker," tutur Mike.

Di Inggris, kanker usus membunuh hampir 16.000 warga setiap tahunnya atau 43 orang per hari.



(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads