Studi: Risiko Kanker Usus Bisa Turun dengan Aspirin

Studi: Risiko Kanker Usus Bisa Turun dengan Aspirin

- detikHealth
Jumat, 19 Jul 2013 11:01 WIB
Studi: Risiko Kanker Usus Bisa Turun dengan Aspirin
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Aspirin selama ini dikenal sebagai obat sakit kepala sekaligus penghilang rasa nyeri yang ampuh. Namun sebuah studi baru menemukan konsumsi aspirin berdosis rendah, walaupun tak setiap hari juga dapat menurunkan risiko kanker usus pada wanita.

Secara rinci peneliti mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi 100 miligram aspirin hampir setiap hari sedikitnya selama 10 tahun berisiko 20 persen lebih kecil untuk terkena kanker usus. Demikian dilansir Foxnews, Jumat (19/7/2013).

Untuk studi ini peneliti melibatkan 34.000 wanita yang sebelumnya pernah ambil bagian dalam percobaan lain yang digelar antara tahun 1993-1996. Secara acak partisipan diminta mengonsumsi aspirin dosis rendah atau plasebo hampir setiap hari dalam kurun waktu tiga tahun tersebut. Saat itu, partisipan diamati hingga tahun 2004 untuk melihat apakah mereka mengidap penyakit jantung dan kanker karena konsumsi aspirin atau tidak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung hampir semua partisipan setuju melanjutkan survei tahunan yang dilakukan peneliti studi baru ini hingga bulan Maret 2012. Ketika studi baru ini dimulai seluruh partisipan dilaporkan sudah tak lagi menerima aspirin atau pil plasebo, meski beberapa diantaranya tetap minum aspirin yang mereka beli sendiri.

Ternyata wanita yang tetap mengonsumsi aspirin dosis rendah hampir setiap hari selama studi pertama atau sekitar 10 tahun dan mengidap kanker usus terhitung 11 kasus per 1.000 orang dalam kurun 16 tahun, dibandingkan dengan 14 kasus per 1.000 orang yang mengonsumsi plasebo dalam kurun waktu yang sama.

Sebaliknya, wanita yang terus mengonsumsi aspirin setelah percobaan pertama mengalami penurunan risiko yang terbesar.

"Kami cukup terkejut melihat hasilnya karena beberapa peneliti percaya bahwa konsumsi 100 mg aspirin hampir setiap hari itu terlalu sedikit pengaruhnya terhadap kesehatan usus dan intensitasnya juga dianggap kurang rutin," tandas kepala tim peneliti Nancy Cook dari Brigham and Women's Hospital, Boston.

Hanya saja peneliti tidak menemukan efek apapun dari konsumsi aspirin dosis rendah terhadap risiko kanker payudara maupun kanker paru-paru pada wanita. Kendati begitu, Cook dan rekan-rekannya juga memperingatkan wanita yang mengonsumsi aspirin berisiko 14 persen lebih tinggi untuk mengalami pendarahan di perut dan 17 persen berisiko terkena peptic ulcer (lubang pada lambung).

"Tapi manfaatnya masih lebih besar daripada risiko-risiko tersebut karena Anda juga akan mencegah lebih banyak serangan jantung dan stroke dengan konsumsi aspirin tersebut. Asalkan keputusan untuk mengonsumsi aspirin didasarkan pada risiko spesifik masing-masing individu," tutup Cook.



(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads