Hidup dengan Jantung Palsu, Terbuat dari Plastik Hingga Bertenaga Baterai

Hidup dengan Jantung Palsu, Terbuat dari Plastik Hingga Bertenaga Baterai

- detikHealth
Jumat, 19 Jul 2013 11:52 WIB
Hidup dengan Jantung Palsu, Terbuat dari Plastik Hingga Bertenaga Baterai
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Anne Higgs

Jantung Anne tak bisa berdetak dengan sendirinya. Ia masih bisa bertahan hidup hingga sekarang berkat jantung elektrik di dadanya. Nenek 56 tahun ini pun jadi sedikit orang di dunia yang hidup dengan jantung mekanik.

Anne memiliki kabel listrik yang keluar dari perutnya. Ibarat ponsel, jantungnya harus di-charge setiap malam. Sebelum tidur ia akan mematikan lampu di samping ranjangnya, mencium sang suami dan men-charge diri sendiri.

2. Troy Golden

Jantung Troy terbuat dari bahan plastik seberat 160 gram atau sedikit lebih besar dari jantung biologis. Jantung buatan ini didukung dengan sebuah pompa pneumatik yang dapat dibawa kemana saja dalam sebuah ransel. Troy harus selalu membawa ranselnya yang berisi pompa pneumatik yang dihubungkan dengan selang panjang menuju jantung buatannya.

Lamanya menanti donor jantung, membuat dokter harus berpikir cepat untuk menyelamatkan jantung Troy yang bermasalah. Pria asal Oklahama AS tersebut dilahirkan dengan kelainan jantung yang disebut sindrom Marfan.

3. Blair Fulton

Blair Fulton terlahir dengan kelainan jantung, yang membuatnya mengalami serangan jantung saat usianya baru beberapa menit. Tubuh Blair sangat lemah, sehingga dokter memutuskan satu-satunya pilihan adalah Berlin Heart, yakni perangkat miniatur pompa jantung eksternal yang bekerja dengan tenaga baterai.

Berlin Heart adalah jantung buatan yang terdiri dari driving unit, selang udara dan pompa bilik. Ruang pemompaan berada di luar tubuh. Udara dipompa dari driving unit ke ruang pemompaan. Darah ditarik dari tubuh ke dalam kamar, lalu didorong kembali ke jantung dan putaran tubuh. Tabung dari Berlin Heart masuk ke tubuh, mem-bypass organ, dan melakukan pekerjaan jantung.

4. Matthew Green

Matthew Green mengalami cardiomyopathia, sejenis gangguan jantung yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Matthew sempat berpikir bahwa ia tidak akan bertahan sampai jantung donor yang cocok dapat ditemukan. Namun gejalanya telah membaik setelah dokter memasang alat bernama Total Artificial Heart (TAH), yang merupakan jantung buatan berbahan plastik.

Berbeda dengan jantung buatan pada umumnya yang hanya bekerja menggantikan bagian tertentu, TAH benar-benar menggantikan fungsi jantung secara keseluruhan. Sebuah pompa kecil yang berfungsi sebagai jantungnya berada di luar tubuh, berbentuk ransel kecil yang isinya baterai khusus sebagai penggeraknya.

5. Jakub Halik

Berkat teknologi medis yang semakin canggih, seorang pria berkebangsaan Ceko, Jakub Halik berhasil menjadi manusia pertama yang bisa hidup tanpa jantung hingga enam bulan lamanya. Mantan petugas pemadam kebakaran ini juga merupakan orang kedua dalam sejarah yang menjalani operasi pengangkatan jantung untuk kemudian menggantikannya dengan pompa mekanik.

Jantung Halik diangkat pada bulan April 2012 setelah ditemukan sebuah tumor agresif yang tumbuh pesat di dalam organnya itu.

6. Chris Marshall

Chris Marshall mengalami gangguan jantung sehingga harus memakai jantung buatan. Sebelumnya ia sudah 2 kali menjalani bypass jantung, namun tidak bisa memulihkan fungsi jantungnya yang tinggal 13 persen.

Agar tetap berdenyut, jantung Chris harus membutuhkan sumber daya yang berasal dari baterai kecil di pinggangnya. Sayangnya, kapasitasnya hanya mampu memasok daya selama 4 jam dan harus di-recharge seperti baterai ponsel agar tetap bisa digunakan. Dalam kondisi darurat, ia sering kesulitan mencai colokan listrik. Hingga suatu saat, ia berhasil memodifikasi baterai agar bisa diisi ulang kapan saja melalui pemantik rokok di mobilnya.
Halaman 2 dari 7
Jantung Anne tak bisa berdetak dengan sendirinya. Ia masih bisa bertahan hidup hingga sekarang berkat jantung elektrik di dadanya. Nenek 56 tahun ini pun jadi sedikit orang di dunia yang hidup dengan jantung mekanik.

Anne memiliki kabel listrik yang keluar dari perutnya. Ibarat ponsel, jantungnya harus di-charge setiap malam. Sebelum tidur ia akan mematikan lampu di samping ranjangnya, mencium sang suami dan men-charge diri sendiri.

Jantung Troy terbuat dari bahan plastik seberat 160 gram atau sedikit lebih besar dari jantung biologis. Jantung buatan ini didukung dengan sebuah pompa pneumatik yang dapat dibawa kemana saja dalam sebuah ransel. Troy harus selalu membawa ranselnya yang berisi pompa pneumatik yang dihubungkan dengan selang panjang menuju jantung buatannya.

Lamanya menanti donor jantung, membuat dokter harus berpikir cepat untuk menyelamatkan jantung Troy yang bermasalah. Pria asal Oklahama AS tersebut dilahirkan dengan kelainan jantung yang disebut sindrom Marfan.

Blair Fulton terlahir dengan kelainan jantung, yang membuatnya mengalami serangan jantung saat usianya baru beberapa menit. Tubuh Blair sangat lemah, sehingga dokter memutuskan satu-satunya pilihan adalah Berlin Heart, yakni perangkat miniatur pompa jantung eksternal yang bekerja dengan tenaga baterai.

Berlin Heart adalah jantung buatan yang terdiri dari driving unit, selang udara dan pompa bilik. Ruang pemompaan berada di luar tubuh. Udara dipompa dari driving unit ke ruang pemompaan. Darah ditarik dari tubuh ke dalam kamar, lalu didorong kembali ke jantung dan putaran tubuh. Tabung dari Berlin Heart masuk ke tubuh, mem-bypass organ, dan melakukan pekerjaan jantung.

Matthew Green mengalami cardiomyopathia, sejenis gangguan jantung yang membuatnya kehilangan kemampuan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Matthew sempat berpikir bahwa ia tidak akan bertahan sampai jantung donor yang cocok dapat ditemukan. Namun gejalanya telah membaik setelah dokter memasang alat bernama Total Artificial Heart (TAH), yang merupakan jantung buatan berbahan plastik.

Berbeda dengan jantung buatan pada umumnya yang hanya bekerja menggantikan bagian tertentu, TAH benar-benar menggantikan fungsi jantung secara keseluruhan. Sebuah pompa kecil yang berfungsi sebagai jantungnya berada di luar tubuh, berbentuk ransel kecil yang isinya baterai khusus sebagai penggeraknya.

Berkat teknologi medis yang semakin canggih, seorang pria berkebangsaan Ceko, Jakub Halik berhasil menjadi manusia pertama yang bisa hidup tanpa jantung hingga enam bulan lamanya. Mantan petugas pemadam kebakaran ini juga merupakan orang kedua dalam sejarah yang menjalani operasi pengangkatan jantung untuk kemudian menggantikannya dengan pompa mekanik.

Jantung Halik diangkat pada bulan April 2012 setelah ditemukan sebuah tumor agresif yang tumbuh pesat di dalam organnya itu.

Chris Marshall mengalami gangguan jantung sehingga harus memakai jantung buatan. Sebelumnya ia sudah 2 kali menjalani bypass jantung, namun tidak bisa memulihkan fungsi jantungnya yang tinggal 13 persen.

Agar tetap berdenyut, jantung Chris harus membutuhkan sumber daya yang berasal dari baterai kecil di pinggangnya. Sayangnya, kapasitasnya hanya mampu memasok daya selama 4 jam dan harus di-recharge seperti baterai ponsel agar tetap bisa digunakan. Dalam kondisi darurat, ia sering kesulitan mencai colokan listrik. Hingga suatu saat, ia berhasil memodifikasi baterai agar bisa diisi ulang kapan saja melalui pemantik rokok di mobilnya.

(mer/vit)

Berita Terkait