Jenny Pomeroy, perempuan 65 tahun asal Georgia dilaporkan tewas setelah digigit seekor semut api. Gigitan tersebut memicu reaksi alergi yang sangat parah pada perempuan yang bekerja di sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Prevent Blindness Georgia itu.
Gigitan tersebut terjadi pada pekan lalu saat Pomeroy sedang berada di kondominium miliknya. Menyusul gigitan tersebut, Pomeroy mengalami reaksi alergi berupa shock anafilaksis yang sangat mengancam jiwa. Ia meninggal beberapa hari kemudian setelah mengalami komplikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat Atlanta merupakan daerah yang memang bermasalah dengan semut api, Dr Fineman menyarankan orang yang punya alergi untuk selalu waspada. Jika perlu, dianjurkan untuk selalu sedia injeksi ephinephrine untuk dipakai sendiri dalam kondisi darurat.
Gigitan maupun sengatan serangga, termasuk juga semut api, tiap tahun mencapai 500.000 kasus di seluruh Amerika Serikat. Menurut data dari American College of Allergy, Asthma and Immunology tersebut, sedikitnya 40 orang meninggal tiap tahun karenanya.
Untuk menghindari gigitan serangga berbahaya, American College of Allergy, Asthma and Immunology memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Hindari memakai sandal atau bahkan telanjang kaki saat berjalan di rerumputan.
2. Berkebunlah dengan selalu waspada, gunakan sepatu, kaus kaki dan sarung tangan, dan hindari juga gundukan tanah.
3. Bawa selalu injeksi ephinephrine jika memang memiliki riwayat alergi gigitan serangga.
(up/vta)










































