Kanibal-kanibal dari Penjuru Dunia, Manusia yang Makan Daging Manusia

Kanibal-kanibal dari Penjuru Dunia, Manusia yang Makan Daging Manusia

- detikHealth
Senin, 22 Jul 2013 12:59 WIB
Kanibal-kanibal dari Penjuru Dunia, Manusia yang Makan Daging Manusia
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Geoffrey Portway alias 'Fat Longpig'

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Entah apa yang ada di otak pria ini. Dia berniat memikat anak-anak agar datang ke rumahnya. Selanjutnya dia berencana untuk melakukan pelecehan seksual, membunuh, dan memakan daging anak-anak itu.

Pria tersebut bernama Geoffrey Portway alias 'Fat Longpig', seorang pria asal Inggris yang tinggal di AS. Pria tersebut menghadapi hukuman penjara 27 tahun dan akan dideportasi ke negara asalnya. Kepada petugas, pria itu mengakui telah membangun penjara di ruang bawah tanah rumahnya. Di balik dua pintu rumah Portway di Massachusetts yang terkunci, polisi menemukan ruang bawah yang dilengkapi dengan kandang, alat tukang daging, peralatan penyiksaan dan freezer.

2. Gilberto Valle

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Seorang 'polisi kanibal' asal New York dipenjara seumur hidup karena terbukti memiliki rencana untuk menculik, memasak dan memakan beberapa wanita. Hal itu ingin dilakukannya karena fantasinya terhadap kanibalisme yang sering dilihat di internet.

Seperti dikutip dari Reuters, juri pengadilan Federal Mahattan pada bulan Maret lalu memutus Gilberto Valle (28) bersalah atas tuduhan mengakses data base penegak hukum untuk mengumpulkan informasi pribadi tentang target potensial fantasi kanibalismenya.

3. Kinyua Alexander

(Foto: NYDaily)
Seorang pria asal Maryland, AS bernama Alexander Kinyua membunuh teman sekamarnya lalu menyantap jantung dan otaknya. Di Miami, seorang pria bernama Charles Baker diduga masuk ke rumah pacarnya dengan sambil mabuk, memaksa ingin menemui anak-anaknya lalu melemparkan perabotan.

Baker juga menyerang Jeffrey Blake, pria yang tinggal di dalam gedung lalu menggigit bisepnya sebelum dilumpuhkan polisi.

4. Sopir Bus di China

(Foto: globalgrind)
Pada bulan Juli 2012, seorang sopir bus di China menyerang wanita pengendara mobil. Sopir tersebut memarkir bus di depan mobil si wanita. Ketika wanita tersebut keluar dari mobil, si sopir langsung menerkam dan menggigit wanita malang itu. Saat orang-orang berupaya menyingkirkan sopir, sebagian wajah si wanita sudah dikunyah.

5. Ayah di Korea Utara

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Seorang ayah di Korea Utara tega memakan dua anaknya karena lapar. Pria itu akhirnya dieksekusi. Seorang informan menyebut ayah tersebut telah membunuh putri sulungnya ketika istrinya sedang bekerja. Kemudian dia membunuh putranya karena telah menyaksikan pembunuhan.

Ketika istrinya kembali, lelaki itu mengatakan dirinya memiliki daging untuk dimakan. Namun sang istri mencurigai suaminya dan menghubungi polisi yang akhirnya menemukan bagian-bagian tubuh dari anak-anaknya.

6. Graham Fisher

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Graham Fisher, seorang laki-laki 39 tahun adalah napi atau narapidana kasus kanibalisme di Inggris. Sekitar 12 tahun lalu, ia memangsa salah satu lengan dari 2 orang perempuan yang dibakarnya hidup-hidup setelah disekap di dalam sebuah rumah.

Pada 2010, Fisher dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui perbuatannya kepada psikiater. Ia diadili lalu dipenjara, namun pengadilan memberi catatan bahwa napi yang satu ini punya gangguan kepribadian sangat kompleks dan harus ditahan di rumah sakit jiwa dengan pengamanan tingkat tinggi.
Halaman 2 dari 7
Entah apa yang ada di otak pria ini. Dia berniat memikat anak-anak agar datang ke rumahnya. Selanjutnya dia berencana untuk melakukan pelecehan seksual, membunuh, dan memakan daging anak-anak itu.

Pria tersebut bernama Geoffrey Portway alias 'Fat Longpig', seorang pria asal Inggris yang tinggal di AS. Pria tersebut menghadapi hukuman penjara 27 tahun dan akan dideportasi ke negara asalnya. Kepada petugas, pria itu mengakui telah membangun penjara di ruang bawah tanah rumahnya. Di balik dua pintu rumah Portway di Massachusetts yang terkunci, polisi menemukan ruang bawah yang dilengkapi dengan kandang, alat tukang daging, peralatan penyiksaan dan freezer.

Seorang 'polisi kanibal' asal New York dipenjara seumur hidup karena terbukti memiliki rencana untuk menculik, memasak dan memakan beberapa wanita. Hal itu ingin dilakukannya karena fantasinya terhadap kanibalisme yang sering dilihat di internet.

Seperti dikutip dari Reuters, juri pengadilan Federal Mahattan pada bulan Maret lalu memutus Gilberto Valle (28) bersalah atas tuduhan mengakses data base penegak hukum untuk mengumpulkan informasi pribadi tentang target potensial fantasi kanibalismenya.

Seorang pria asal Maryland, AS bernama Alexander Kinyua membunuh teman sekamarnya lalu menyantap jantung dan otaknya. Di Miami, seorang pria bernama Charles Baker diduga masuk ke rumah pacarnya dengan sambil mabuk, memaksa ingin menemui anak-anaknya lalu melemparkan perabotan.

Baker juga menyerang Jeffrey Blake, pria yang tinggal di dalam gedung lalu menggigit bisepnya sebelum dilumpuhkan polisi.

Pada bulan Juli 2012, seorang sopir bus di China menyerang wanita pengendara mobil. Sopir tersebut memarkir bus di depan mobil si wanita. Ketika wanita tersebut keluar dari mobil, si sopir langsung menerkam dan menggigit wanita malang itu. Saat orang-orang berupaya menyingkirkan sopir, sebagian wajah si wanita sudah dikunyah.

Seorang ayah di Korea Utara tega memakan dua anaknya karena lapar. Pria itu akhirnya dieksekusi. Seorang informan menyebut ayah tersebut telah membunuh putri sulungnya ketika istrinya sedang bekerja. Kemudian dia membunuh putranya karena telah menyaksikan pembunuhan.

Ketika istrinya kembali, lelaki itu mengatakan dirinya memiliki daging untuk dimakan. Namun sang istri mencurigai suaminya dan menghubungi polisi yang akhirnya menemukan bagian-bagian tubuh dari anak-anaknya.

Graham Fisher, seorang laki-laki 39 tahun adalah napi atau narapidana kasus kanibalisme di Inggris. Sekitar 12 tahun lalu, ia memangsa salah satu lengan dari 2 orang perempuan yang dibakarnya hidup-hidup setelah disekap di dalam sebuah rumah.

Pada 2010, Fisher dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup setelah mengakui perbuatannya kepada psikiater. Ia diadili lalu dipenjara, namun pengadilan memberi catatan bahwa napi yang satu ini punya gangguan kepribadian sangat kompleks dan harus ditahan di rumah sakit jiwa dengan pengamanan tingkat tinggi.

(mer/vit)

Berita Terkait