"Ini kemungkinan muncul karena terlalu banyak mengonsumsi makanan manis pada awalnya, sehingga gula darah segera naik dengan cepat. Kemudian insulin akan memasukkan gula tersebut ke dalam sel secara cepat pula. Efek yang diberikan akan muncul rasa lapar kembali," papar Dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, pakar gizi dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Jumat (26/7/2013).
Menurut Dr Titi, kondisi ini sangat mungkin dialami oleh setiap orang yang berpuasa, apalagi jika memang pada dasarnya orang tersebut menyukai makanan dan minuman yang bercitarasa manis serta mengandung banyak gula. Maka bukan tidak mungkin ia akan merasa lapar terus-menerus saat sudah berbuka puasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapat serupa juga dinyatakan oleh dr Phaidon L Toruan, seorang praktisi kesehatan kepada detikHealth. Menurutnya, memang benar untuk berbuka puasa baiknya dengan minuman yang manis seperti teh. Namun perlu dibuat dengan komposisi yang tepat agar manisnya justru tidak berlebihan.
"Misalnya setiap 200 cc air menggunakan maksimal 1 sdm gula pasir. Jika gula pasirnya berlebihan, makan indeks glikemiknya akan menjadi tinggi. Tubuh akan kaget," terang dr Phaidon kepada detikHealth.
Untuk mencukup kebutuhan tubuh akan rasa manis dan elektrolit setelah seharian berpuasa, dr Phaidon menyarankan untuk berbuka dengan air kelapa murni. Air kelapa murni mengandung elektrolit yang baik untuk tubuh setelah seharian tidak mendapat cukup cairan tubuh. Air kelapa yang diminum juga sebaiknya tidak perlu ditambahkan gula pasir.
"Jika ingin cita rasa yang lebih manis, ada baiknya menggunakan madu atau gula aren sebagai pengganti gula pasir. Jangan lupa juga untuk memilih satu menu saja yang manis, jangan kalap," ujar dr Phaidon.
(vit/vit)










































