Seekor Sapi Mati, Es Krim Dicurigai Bisa Sebarkan Rabies

Seekor Sapi Mati, Es Krim Dicurigai Bisa Sebarkan Rabies

- detikHealth
Jumat, 26 Jul 2013 13:39 WIB
Seekor Sapi Mati, Es Krim Dicurigai Bisa Sebarkan Rabies
ilustrasi (Foto: Getty Images)
Rhode Island - Negara bagian Rhode Island di AS tengah digemparkan dengan isu wabah rabies. Kasus ini bermula dari matinya seekor sapi yang dipelihara di dekat toko es krim di sana. Belakangan diketahui penyebabnya adalah rabies. Warga yang pernah menyentuh sapi itu pun diminta waspada.

Oreo adalah seekor sapi berumur 3 tahun dengan kulit hitam putih. Dia tinggal di padang rumput dekat toko es krim yang populer di sana bernama Gray. Petugas kesehatan meyakini ada banyak orang yang telah menyentuhnya sejak menunjukkan gejala sakit pada tanggal 5 Juli, sehingga berisiko tertular.

Oleh karena itu, petugas kesehatan meminta siapa pun yang pernah melakukan kontak fisik dengan Oreo untuk melapor kepada departemen kesehatan terdekat. Hal ini menyulut kekhawatiran di masyarakat bahwa rabies juga bisa menular lewat es krim yang dijual di toko tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rhode Island adalah tempat yang indah. Tidak ada risiko rabies terkait dengan makan es krim dari toko tersebut," kata dokter hewan dari pemerintah, Scott Marshall, seperti dilansir CBS News, Jumat (25/7/2013).

Peringatan bahaya tersebut dikeluarkan secara hati-hati. Sebab petugas kesehatan setempat tidak memberitahu pemerintah selama 3 hari setelah Oreo ditemukan mati, sehingga bangkainya sudah terlalu membusuk untuk diuji mengenai keberadaan virus rabies.

Rabies memang biasanya ditularkan lewat gigitan, tapi juga dapat menyebar melalui air liur. Sapi dan kucing adalah hewan yang paling sering terinfeksi.

"Pemilik toko Gray mengolah susu di padang rumput yang terdapat beberapa sapi di dekat toko es krim. Virus rabies tidak dapat ditularkan melalui susu pasteurisasi atau es krim. Susu yang digunakan untuk membuat es krim sudah dipasteurisasi. Ini dianggap aman," kata Marshall.

(pah/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads