Bersepeda memberikan efek kesehatan yang baik terhadap tubuh, namun jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat dapat menyebabkan trauma berulang pada prostat. Selain itu, kesalahan ini juga dapat menyebabkan iritasi pada prostat yang bisa menjadi penyebab prostatitis kronis atau sakit kronis yang mirip dengan sindrom nyeri panggul kronis.
Meskipun demikian, faktanya hanya sebagian kecil jumlah pesepeda yang mengalami prostatitis. Oleh karena itu, ada baiknya pesepeda laki-laki mengambil tindakan preventif dan mengenali tanda-tanda prostatitis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh gejala ini dapat berlangsung selama tiga bulan jika memang tidak terbukti disebabkan oleh adanya infeksi saluran kemih. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan dari dokter untuk memastikannya, seperti dikutip dari Prostate, Senin (29/7/2013).
Kegiatan lain yang dapat mengiritasi daerah prostat dan menyebabkan prostatitis kronis termasuk infeksi, angkat beban yang terlalu berat, bersepeda, menunggang kuda, kelainan struktur saluran kemih, dan kejang otot pada otot panggul. Pekerjaan yang sering menimbulkan getaran kuat ke daerah prostat seperti mengemudi truk atau mengoperasikan mesin tertentu juga menimbulkan risiko.
Laki-laki yang memiliki prostatitis harus membatasi tekanan pada daerah paha. Mereka juga disarankan untuk menghindari aktivitas bersepeda selama menjalani perawatan khusus prostatitis. Lantas mengapa bersepeda dapat menimbulkan prostatitis?
Duduk dan mengalami pantulan dalam waktu yang lama diketahui menyebabkan prostatitis. Sementara itu, sebagian besar kursi sepeda justru menempatkan tekanan pada daerah prostat dan menyebabkan iritasi. Oleh karena itu, penting untuk memilih kursi yang tepat agar tidak menempatkan tekanan pada daerah pangkal paha. Pilihlah kursi sepeda yang empuk dengan gel, banyak padding, atau dengan bahan lembut.
Saat membeli, cobalah untuk bisa menemukan kursi jenis mana yang paling nyaman bagi Anda. Kursi yang tepat akan menjaga aliran darah ke penis dan pangkal paha, mencegah mati rasa, dan tidak akan mengiritasi daerah prostat. Selain itu, ubah posisi sesering mungkin saat bersepeda. Cobalah juga untuk duduk di posisi yang lebih tegak.
Pastikan juga untuk tetap terhidrasi, sering buang air kecil, hindari terlalu lama duduk, batasi asupan kafein dan alkohol. Selain itu, hindari konsumsi terlalu banyak makanan pedas dan tembakau. Jangan pula mengangkat benda berat dengan kondisi kandung kemih penuh.
Jangan lupa untuk tetap berolahraga, sebab sebuah studi pada tahun 2009 mengungkapkan bahwa laki-laki yang berolahraga selama 30 menit atau lebih setiap hari 16 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami masalah prostat.
(vta/vta)











































