Senin, 29 Jul 2013 12:42 WIB

Tetap Bugar Saat Puasa

Ini Dia Penyebab Mabuk Perjalanan Saat Mudik

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Saat melakukan perjalanan mudik, seringkali akan muncul gejala mual, pusing, dan rasa ingin muntah. Kondisi ini akrab disebut sebagai mabuk perjalanan. Tak hanya dirasakan oleh orang tua, tak jarang anak-anak pun mengalaminya. Sebenarnya apa yang menyebabkan kondisi ini sering terjadi saat sedang mudik?

"Mabuk perjalanan memang seringkali muncul saat mudik, umumnya ini diakibatkan oleh adanya motion sickness. Motion sickness ini adalah munculnya perasaan yang tidak enak pada tubuh karena gerakan yang berulang," papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, yang akrab disapa dr Ade, ahli kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran, saat dihubungi detikHealth dan ditulis pada Senin (29/7/2013).

Menurut dr Ade, dalam perjalanan jangka panjang dan jarak jauh khususnya saat perjalanan darat, kendaraan akan bergerak berulang-ulang. Ini yang pada sebagian orang bisa menimbulkan efek pusing, mual, dan rasa ingin muntah. Lantas apakah setiap orang berisiko mengalaminya?

"Tidak semua orang yang melakukan perjalanan mudik akan merasakan mabuk perjalanan, biasanya orang yang memang dari dasarnya sudah tidak kuat dengan adanya gerakan berulang dengan gerakan berulang ini ya pasti akan mengalami mabuk," ungkap dr Ade.

Posisi duduk saat naik mobil dikatakan memberi pengaruh terhadap risiko munculnya mabuk perjalanan. Sebagian orang berpendapat bahwa posisi duduk paling belakang di mobil akan memberi pengaruh yang lebih besar. Oleh sebab itu, banyak orang lebih memilih untuk duduk di posisi tengah dibandingkan di posisi belakang.

Nyatanya menurut dr Ade informasi ini sedikit benar, sebab pada dasarnya posisi tempat duduk di belakang mobil memang memiliki pergerakan yang cukup besar karena posisinya yang berada di atas ban. Namun, bukan berarti semua tempat duduk di belakang akan memberi pengaruh yang sama.

"Menurut saya tidak sepenuhnya benar, sebab sangat dipengaruhi oleh kendaraan itu sendiri. Kalau memang mobilnya dalam kondisi baik dan nyaman, posisi duduk sebenarnya tidak terlalu memberi masalah. Sebaliknya, jika dirasakan kendaraan tersebut dari awal memang sudah tidak nyaman, duduk di depan atau di tengah pun tetap berisiko mabuk selama perjalanan akibat pergerakan berulang tadi," tutur dr Ade.

(vit/vit)