Tapi jangan khawatir, meski risiko naiknya asam lambung bisa terjadi kapan saja, bagi Anda yang menderita GERD juga bisa melakukan diet dengan melakukan beberapa modifikasi dalam menu makanan Anda.
Dikutip dari Medindia, Selasa (30/7/2013), konsumsi daun wortel, daun seledri, dan daun kari sangat membantu mengendalikan kadar keasaman pada lambung Anda. Seledri memiliki tingkat magnesium dan zat besi yang tinggi. Sayuran seperti bit dan wortel juga baik untuk menghilangkan keasaman pada lambung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lauk pauk yang dimasak bisa berasal dari makanan dengan protein sedang seperti daging tanpa lemak atau telur. Penggunaan daun basil huga bermanfaat karena membantu tubuh mendapat pembakaran serta mengurangi rasa mual dan kadar gas dalam lambung. Ambil beberapa daun mint, potong, dan rebus menggunakan secangkir air lalu minumlah secara perlahan setelah makan.
Rempah-rempah seperti jinten, ketumbar, dan kapulaga layak untuk Anda jadikan sebagai bumbu mengolah makanan. Selain itu, rempah lainnya yaitu jahe sangat berguna untuk gangguan pencernaan. Campuran bubuk jahe, lada hitam, daun mint kering, biji adas, ketumbar, dan garam biasa bisa digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan.
Ambil sekitar satu sendok teh bubuk campuran tersebut dengan air dan minum dua kali sehari setelah makan. Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Konsumsi air dalam diet penderita refluks asam lambung dianjurkan 10 sampai 12 gelas air setiap hari. Konsumsi air bisa memberi bantuan langsung pada gejala GERD seperti kembung dan mual. Untuk mengurangi kadar asam lambung di pagi hari, minumlah satu sampai dua gelas air hangat.
Ketika Anda merasakan gejala refluks asam, upayakan posisi tubuh tetap tegak. Ini juga berarti Anda jangan langsung berbaring setelah makan. Gunakan pula pakaian yang longgar dan tidak terlalu menekan bagian perut. Apalagi, saat asam lambung sudah naik, sebaiknya tanggalkan ikat pinggang atau stoking ketat yang bisa menimbulkan tekanan pada perut.
Bagi penderita refluks asam lambung sebaiknya jangan konsumsi makanan pedas dan berminyak seperti cabai, saus sambal, atau saus barbekyu yang pedas. Masakan India berupa kari kental atau chinese food dan balado mayoritas menggunakan bahan dasar tersebut.
Untuk buah, hindari jeruk karena kandungan asamnya yang terlalu tinggi. Produk susu kaya lemak seperti keju dalam sandwich atau es krim pun tidak baik bagi tingkat keasaman lambung Anda. Tak hanya itu, lemak berlebih juga bisa Anda peroleh dari hamburger atau daging dengan lemak.
Jenis minuman yang sebaiknya tidak Anda konsumsi yaitu kopi, teh, coklat, atau minuman soda. Teh, kopi, dan minuman soda bisa merangsang asam lambung dan mengiritasi kerongkongan kemudian menyebabkan makanan bisa kembali lagi ke dalam mulut sehingga perut Anda terasa mual.
Iritasi kerongkongan juga bisa disebabkan dari pengawet yang ada dalam makanan. Kacang polong, tomat, paprika, lobak, bawang, buncis, brokoli, dan kubis yang biasa dijadikan bahan baku salad merupakan beberapa sayuran yang harus Anda hindari jika tak ingin perut Anda terasa kembung, mual, dan mulas. Kebiasaan lain dalam pola hidup Anda yang sebaiknya tak dilakukan yaitu minum alkohol atau merokok.
(vta/vta)











































