"Saya sangat mengingatkan kepada para pemudik untuk waspada terhadap barang-barang bawaannya selama perjalanan, khususnya mereka yang mudik dengan kendaraan umum. Jika tidak hati-hati, bukan tidak mungkin tak hanya barang bawaan saja yang hilang, tapi juga bisa membahayakan nyawa," papar dr Prasetyo Widhi Buwono, SpPD, FINASIM, Wakil Sekjen PB IDI Periode 2012-2015, dalam acara konferensi pers Posko Bakti Kesehatan Lebaran 2013 yang diselenggarakan di Kantor IDI, Jl Dr G.S.S.Y Ratulangie, Jakarta, Selasa (30/7/2013).
Pengalaman dr Prasetyo saat musim mudik tahun lalu, ia pernah menerima pasien yang dirujuk dari petugas Terminal Pulogadung. Pasien yang kemudian diketahui sebagai salah seorang pemudik ini ditemukan tak sadarkan diri di terminal. Ia tidak membawa barang apapun, termasuk kartu identitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang kasihan kan dia jadi tidak ada kartu identitas juga, kami pun sempat bingung saat menerima pasien ini," terang dr Prasetyo kepada detikHealth.
Menurut dr Prasetyo, kasus seperti ini memang banyak terjadi saat musim mudik dan di tempat-tempat pemberhentian kendaraan umum seperti terminal dan stasiun. Oleh karena itu, ia kembali mengingatkan betapa pentingnya tetap waspada selama perjalanan.
"Yang perlu diingat juga, orang-orang dengan niat jahat ini biasanya mencari korban yang memiliki logat atau daerah asal yang sama. Sebab biasanya mereka lebih mudah diajak ngobrol kalau logatnya sama. Misalnya sama-sama orang Jawa," tutur dr Prasetyo.
dr Prasetyo juga mengingatkan bahwa efek obat yang belum diketahui pasti apa jenisnya ini umumnya memang membuat ngantuk atau tak sadarkan diri. Tapi jika memang dosis yang digunakan cukup tinggi dan melewati batas, bukan tidak mungkin bisa menyebabkan meninggal dunia.
(vit/vit)










































