1. Mimpi buruk
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Stres adalah penyebab utama munculnya mimpi buruk, namun tak jarang keluhan yang bisa membuat seseorang mendadak terbangun ini juga disebabkan oleh efek samping pengobatan. Obat golongan antidepresan dan beta-bloker dilaporkan bisa mempengaruhi siklus tidur termasuk menghadirkan mimpi buruk.
Pengatasannya adalah dengan mengurangi stres atau mengganti obat setelah mengonsultasikannya dengan dokter.
2. Kepala berputar-putar
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Keluhan ini disebut juga vertigo, disebabkan oleh banyak faktor yang mengganggu sistem saraf. Stres bisa menjadi pemicu, begitu pula dengan radang akibat infeksi di telinga. Infeksi di bagian tersebut mengganggu sistem keseimbangan sehingga kepala terasa berputar-putar.
Jika penyebabnya stres, konsultasi ke psikolog bisa membantu sedangkan jika karena infeksi tentunya harus periksa ke dokter.
3. Berkeringat
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Tidak selalu karena cuaca panas, berkeringat saat tidur juga bisa dipicu leh konsumsi alkohol yang membuat pembuluh darah melebar sehingga tubuh merasa lebih hangat. Kondisi ini tentu menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga tidur tidak nyenyak. Solusinya adalah menghindari konsumsi alkohol.
Keringat saat tidur juga bisa disebabkan oleh gangguan hormon. Pada perempuan, kekurangan hormon esterogen saat datang bulan atau di masa menopause bisa memicu keluhan tersebut.
4. Haus
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Haus terus sepanjang malam bisa jadi merupakan gejal diabetes insipidis, yakni diabetes yang bukan tipe 1 maupun tipe 2. Kemampuan untuk mengatur kadar cairan tubuh berkurang, sehingga rasa haus selalu datang saat tidur. Gejala lain yang menyertai adalah berat badan turun, mata kabur dan sering beser.
Penyebab lain yang lebih sepele adalah tidur dalam kondisi mulut ternganga, sehingga penugapan terjadi lebih banyak. Tubuh perlu banyak minum untuk mengimbanginya.
5. Sering terbangun
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Semakin tua usia seseorang, kemampuan tidur nyenyak berkurang sehingga mudah terganggu oleh faktor lingkungan misalnya suara bising. Gangguan ini bisa diatasi dengan menciptakan suasana tempat tidur yang hening, gelap dan memiliki suhu paling nyaman.
Efek samping pengobatan juga bisa mem buat orang terbangun tanpa sebab di tengah malam. Obat-obat untuk tekanan darah tinggi maupun flu kadang mengandung kafein yang bisa membuat orang mudah terbangun saat tidur.
6. Sering beser
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
|
Beser di malam hari kerap ditemukan pada laki-laki usia 50 tahun ke atas, sebab kelenjar prostatnya sudah membesar seiring proses penuaan. Pengatasannya adalah dengan obat untuk membuat kelenjar tersebut menyusut.
Penyebab lainnya adalah kandung kemih yang tidak stabl akibat fungsi ginjal yang terganggu. Untuk keluhan ini, disarankan segera periksa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya batu ginjal maupun kanker.
Stres adalah penyebab utama munculnya mimpi buruk, namun tak jarang keluhan yang bisa membuat seseorang mendadak terbangun ini juga disebabkan oleh efek samping pengobatan. Obat golongan antidepresan dan beta-bloker dilaporkan bisa mempengaruhi siklus tidur termasuk menghadirkan mimpi buruk.
Pengatasannya adalah dengan mengurangi stres atau mengganti obat setelah mengonsultasikannya dengan dokter.
Keluhan ini disebut juga vertigo, disebabkan oleh banyak faktor yang mengganggu sistem saraf. Stres bisa menjadi pemicu, begitu pula dengan radang akibat infeksi di telinga. Infeksi di bagian tersebut mengganggu sistem keseimbangan sehingga kepala terasa berputar-putar.
Jika penyebabnya stres, konsultasi ke psikolog bisa membantu sedangkan jika karena infeksi tentunya harus periksa ke dokter.
Tidak selalu karena cuaca panas, berkeringat saat tidur juga bisa dipicu leh konsumsi alkohol yang membuat pembuluh darah melebar sehingga tubuh merasa lebih hangat. Kondisi ini tentu menyebabkan rasa tidak nyaman sehingga tidur tidak nyenyak. Solusinya adalah menghindari konsumsi alkohol.
Keringat saat tidur juga bisa disebabkan oleh gangguan hormon. Pada perempuan, kekurangan hormon esterogen saat datang bulan atau di masa menopause bisa memicu keluhan tersebut.
Haus terus sepanjang malam bisa jadi merupakan gejal diabetes insipidis, yakni diabetes yang bukan tipe 1 maupun tipe 2. Kemampuan untuk mengatur kadar cairan tubuh berkurang, sehingga rasa haus selalu datang saat tidur. Gejala lain yang menyertai adalah berat badan turun, mata kabur dan sering beser.
Penyebab lain yang lebih sepele adalah tidur dalam kondisi mulut ternganga, sehingga penugapan terjadi lebih banyak. Tubuh perlu banyak minum untuk mengimbanginya.
Semakin tua usia seseorang, kemampuan tidur nyenyak berkurang sehingga mudah terganggu oleh faktor lingkungan misalnya suara bising. Gangguan ini bisa diatasi dengan menciptakan suasana tempat tidur yang hening, gelap dan memiliki suhu paling nyaman.
Efek samping pengobatan juga bisa mem buat orang terbangun tanpa sebab di tengah malam. Obat-obat untuk tekanan darah tinggi maupun flu kadang mengandung kafein yang bisa membuat orang mudah terbangun saat tidur.
Beser di malam hari kerap ditemukan pada laki-laki usia 50 tahun ke atas, sebab kelenjar prostatnya sudah membesar seiring proses penuaan. Pengatasannya adalah dengan obat untuk membuat kelenjar tersebut menyusut.
Penyebab lainnya adalah kandung kemih yang tidak stabl akibat fungsi ginjal yang terganggu. Untuk keluhan ini, disarankan segera periksa untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya batu ginjal maupun kanker.
(up/vta)