Dari hasil studi ini ditunjukkan bahwa dengan memotret bagian retina mata, dapat diprediksi ada atau tidaknya potensi stroke khususnya pada orang dengan tekanan darah tinggi, seperti dilansir MSN, Rabu (14/8/2013).
"Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor paling penting yang terlibat dalam perkembangan risiko stroke," ungkap Dr Mohammad Ikram Kamran, salah satu peneliti sekaligus asisten profesor di Singapore Eye Research Institute dari National University of Singapore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Ralph Sacco, ketua neurologi di University of Miami Miller School of Medicine, menyambut baik hasil penelitian ini. Ia mengatakan temuan ini menambah hasil penelitian sebelumnya yang menilai retinopati sebagai indikator penyakit pembuluh kecil dan peningkatan risiko stroke.
"Kontrol yang lebih baik terhadap tekanan darah diperlukan pada pasien dengan tanda-tanda retinopati untuk mengurangi risiko stroke," ujar Dr Sacco.
Untuk penelitian ini, Dr Ikram melibatkan hampir 3.000 orang dengan tekanan darah tinggi selama rata-rata 13 tahun. Pada awal penelitian, setiap peserta memiliki foto yang diambil dari retina mereka. Para peneliti kemudian menilai retinopati hipertensi setiap pasien dalam beberapa tingkat, yaitu tidak ada, ringan, dan berat berdasarkan kerusakan yang terlihat dalam foto.
Selama masa tindak lanjut, 165 peserta menderita stroke. Para peneliti menemukan orang-orang dengan retinopati hipertensi ringan memiliki risiko 35 persen lebih tinggi untuk terkena stroke, sementara mereka dengan retinopati sedang atau berat memiliki risiko yang meningkat 137 persen.
Para peneliti juga menemukan bahwa kerusakan retina meramalkan stroke pada pasien yang biasa meminum obat untuk menjaga tekanan darah mereka tetap di bawah kontrol. Dalam kelompok ini, retinopati hipertensi ringan berhubungan dengan 96 persen peningkatan risiko stroke dan bagi mereka dengan retinopati sedang hingga berat risikonya meningkat 198 persen.
Meskipun peneliti menemukan hubungan yang nyata antara kerusakan retina dan peningkatan risiko stroke, studi ini ditegaskan belum membuktikan hubungan sebab-akibat definitif.
(vit/vit)











































