10 Hal yang Paling Jarang Terlintas di Benak Pria

10 Hal yang Paling Jarang Terlintas di Benak Pria

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 15 Agu 2013 18:55 WIB
10 Hal yang Paling Jarang Terlintas di Benak Pria
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Sebagian besar wanita pasti merasa cara berpikirnya kerap berlawanan dengan pasangannya. Namun, pada kenyataannya hal yang dianggap wanita ada di pikiran pria, belum tentu benar-benar ada di isi kepalanya, malah bisa saja ia justru berpikiran sebaliknya.

Seperti dikutip dari WomansDay, Kamis (15/8/2013), para ahli berbagi tentang hal-hal yang terlintas atau bahkan tak pernah terpikirkan oleh para pria:

1. Mencontoh cara pasangan dalam melakukan sesuatu

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan Anda tak pernah melipat handuk seperti cara Anda melakukannya? Itu hal wajar karena dia tidak mencatat bagaimana Anda menyelesaikan tugas dalam pikirannya. Selain itu, pria cenderung melakukan hal-hal yang ia anggap lebih efisien.

"Kita memang ingin orang-orang bercermin pada kita tapi itu jika kita bisa mengontrol kepribadiannya dengan ketat. Namun, hal yang berbeda tak selalu salah. Cobalah terima perbedaan dan Anda akan memiliki waktu lebih mudah untuk menemukan kesamaan," tutur terapis pernikahan Carin Goldstein sekaligus pendiri BeTheSmartWife.com.

2. Apa yang pasangan inginkan jika tak memberitahunya

Jika hari ulang tahun Anda akan tiba, jangan terlalu berharap si dia akan merencanakan pesta kejutan untuk Anda. Menurut Goldstein, kebanyakan wanita berpikir jika pria mencintainya maka dia akan menyiapkan pesta kejutan. Namun, hal itu tidak benar.

"Dia tidak bisa membaca pikiran Anda dan tidak menulis hari ulang tahun Anda menjadi peristiwa penting dalam catatannya. Sebaiknya, jika memang Anda menginginkan atau membutuhkan sesuatu, bicarakanlah dengan pasangan," kata Goldstein.

3. Cara untuk menghindari berbicara dengan pasangan

Jika Anda berbicara saat terlibat perselisihan dengannya tapi tidak mendapat respons, itu bukan berarti dia tidak peduli atau ingin menghentikan pembicaraan. Wanita cenderung bisa multitasking yakni menyerap informasi sekaligus berbicara. Tapi menurut Goldstein, pria cenderung diam agar bisa mendengarkan apa yang Anda bicarakan dengan lebih baik.

"Ketika suami saya tidak mengatakan apa-apa, saya tahu dia sedang mendengarkan saya. Jika Anda ingin umpan balik darinya, katakan saja bahwa pemikirannya bisa membantu Anda. Dengan begitu dia akan mendengar lalu berbicara dan Anda tahu bahwa ia telah mendengar apa yang Anda bicarakan," kata Goldstein.

4. 'Kekurangan' fisik pasangan

Mungkin Anda akan melihat ke cermin dan menyadari bahwa bobot Anda bertambah lima kg, terdapat kerutan di wajah, atau adanya stretch mark. Tapi, menurut relationship expert Charles J.Orlando sekaligus penulis The Problem With Women...is Men, mengatakan kebanyakan pria tidak menyadari ketidaksempurnaan yang dirasakan wanita karena mereka cenderung melihat wanita sebagai satu paket secara keseluruhan hingga ia pun memilihnya sebagai istri.

"Jika dia berkonsentrasi pada kelemahan Anda, itu akan menimbulkan rasa ketidakamanan pada dirinya yang tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika dia bilang Anda cantik, itu juga bukan semata untuk mengurangi rasa ketidakamanannya," jelas Orlando.

5. Argumen terakhir pasangan

Beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah cekcok dengan pasangan, biasanya Anda masih ingat bagaimana argumen Anda untuk berjuang menyelesaikan masalah tersebut. Tapi hal itu mungkin tidak akan dilakukan pasangan Anda.

"Untuk sebagian besar waktu, saat masalah itu selesai maka pria juga akan menganggapnya benar-benar sudah berakhir. Jika argumen Anda membuatnya mengalah, maka bisa jadi apa yang Anda katakan ia anggap benar," kata Orlando. Ia menambahkan, setelah Anda mengutarakan apa yang ada dalam pikiran Anda, beri dia ruang untuk mengerti bagaimana perasaan Anda.

6. Mantannya

Ketika mengalami ketegangan akibat bertengkar dalam perkawinan, biasanya pria tidak mungkin membandingkan hubungan mereka saat ini dengan yang sebelumnya. Namun, Orlando menyarankan jika memang dia masih berhubungan dengan mantannya, coba tanyakan apa yang terjadi agar Anda bisa mendapat kejelasan.

"Tapi fokus pada mantannya bukan berarti ia membicarakan hal tentang Anda. Paling sering karena dia memiliki masalah emosional yang belum diselesaikan dalam hubungan tersebut. Meski bersikeras agar ia menjelaskan apa penyebabnya, satu-satunya alasan si mantan terus menelepon adalah karena seseorang yang dihubungi terus mengangkat telepon itu," tutur Orlando.

7. Saat pasangan menghabiskan waktu bersama teman-teman

"Kadang ada rasa bersalah dan merasa seperti Anda seharusnya berada dengan dia, bukan menghabiskan waktu sendiri bersama teman," kata psikoog klinis Andra Brosh, PhD. Namun, melewatkan beberapa acara bersama teman-teman Anda mungkin tidak akan membuat pria merasa ditinggalkan. Dia mungkin merasa senang dengan kemandirian Anda dan itu adalah kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pribadi Anda masing-masing.

Brosh mengatakan jika Anda merasa hal itu akan menjengkelkan dia, sebaiknya tanyakan apakah ia memang merasa terabaikan. Jika tidak, bersenang-senanglah sementara dengan teman-teman Anda dan kemudian kembali fokus pada pasangan Anda di waktu berikutnya.

8. Bagaimana pasangan menghabiskan uang

Jika suami meminta Anda untuk memperhatikan pengeluaran Anda, jangan tersinggung. Dia mungkin tidak akan menghukum Anda untuk berhenti membeli tas merk ternama melainkan ia mungkin khawatir tentang pengeluaran Anda berdua.

"Komentarnya bisa saja menyiratkan hal itu tapi sebenarnya, ia hanya tidak tahu bagaimana cara memulai topik pembicaraan. Mungkin Anda merasa terlalu banyak menghabiskan uang untuk belanja tapi sebenarnya itu tidak berhubungan. Sebaiknya hormatilah permintaannya dan perhatikan pengeluaran Anda selanjutnya, bukan pengeluaran di masa lalu," tambah Brosh.

9. Tugas rumah tangga

Anda melihat piring kotor menumpuk dan sudah waktunya anak-anak mandi, tapi suami lebih memilih untuk menonton tv. Apa penyebabnya? "Mungkin ia berpikir Anda sudah terbiasa mengendalikan anak-anak dan rumah," kata Brosh. Suami Anda mungkin akan bertindak jika Anda memintanya.

Selain itu, ia bisa saja tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena biasanya Andalah yang mengambil peran utama untuk mengurus rumah tangga. "Mintalah bantuan padanya dan katakan betapa besar pertolongan dia pada Anda, dengan begitu ia akan bersedia mengerjakan beberapa tugas rumah tangga jika ia tahu Anda menghargai usahanya," imbuh Brosh.

10. Seks hanya untuk kesenangannya saja

"Meskipun Anda mungkin merasa paling terhubung dengan suami ketika berbagi pikiran pribadi, tapi suami justru merasa paling terhubung dengan Anda melalui hal-hal yang bersifat fisik. Dia ingin tahu Anda peduli dan seks membuatnya merasa penting," papar Brosh.

Mendorong dia untuk pergi ketika Anda sedang tidak dalam suasana hati yang baik bisa mengirimkan pesan yang salah. Menurut Dr Brosh, sebaiknya katakan padanya mengapa Anda merasa tidak mood, apakah karena stres atau sedang berada di periode menstruasi. Jika kejadian itu terus berulang, sebaiknya tanyakan pada dokter karena bisa saja Anda mengalami penurunan libido.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads