Jumat, 16 Agu 2013 17:02 WIB

Telan Deterjen yang Dikira Permen, Bayi 7 Bulan Meninggal

- detikHealth
Butir deterjen yang ditelan si bayi (Foto: Local 6)
Florida, AS - Warna cerah dari suatu benda memang menarik perhatian anak-anak. Bahkan bisa saja mereka kira itu adalah permen. Seperti yang dialami bayi berusia tujuh bulan di Florida. Ia meninggal setelah memakan butir deterjen berwarna-warni yang ia kira permen.

Seperti dilansir Consumerist, Jumat (16/8/2013), anak ini dilaporkan langsung merobek kemasan transparan deterjen yang ada di keranjang cucian ibunya kemudian langsung menelan butir deterjen tersebut.

Menurut laporan Orlando Sentinel, ibu si bayi yang tinggal di tempat penampungan perempuan yang mengalami kekerasan itu memiliki deterjen yang akan digunakan oleh warga di penampungan tersebut. Ia meletakkan kantung deterjen itu di keranjang cucian yang ada di sebelah tempat tidur anaknya.

Saat itu si anak sedang tidur dan ibunya pun pergi sejenak. Menurut juru bicara kepolisian, ketika si ibu kembali, anaknya sudah menelan satu butir deterjen yang berbentuk seperti kacang polong itu dan sedang mengunyah yang lainnya.

"Saya tidak menyadari betapa kuat benda itu," kata juru bicara tersebut. Anak ini kemudian di bawa ke rumah sakit terdekat. Namun, kondisinya memburuk dan meninggal. Jika terbukti bahwa butir deterjen adalah penyebab kematian si anak, maka itu akan menjadi kasus kematian anak pertama akibat menelan deterjen yang terjadi di negara itu.

Menurut American Association of Poison Control Center, tahun 2013 ada lebih dari 5.000 kasus anak-anak yang sakit akibat menelan deterjen. Dikutip dari Click Orlando, para ahli mengingatkan bahaya deterjen yang berbentuk seperti butiran kacang polong karena terkadang anak-anak akan mengira itu adalah mainan atau permen.

Saat dimasukkan dalam air deterjen ini memang akan larut tapi saat dimasukkan dalam mulut anak akan menimbulkan bahaya besar. Menurut Dr. Cynthia Younger dari Florida Poison Center, deterjen berbentuk butiran bukan produk terbaik saat di rumah Anda banyak anak-anak.

Menurutnya, lebih baik gunakan deterjen bentuk lain. Jika ingin tetap menggunakan, maka bungkuslah dengan plastik buram agar anak-anak tak melihatnya. Serta letakkan di tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak.

"Mereka mungkin salah mengira bahwa butiran deterjen itu permen karena penampilannya yang warna-warni, lembut, dan teksturnya yang licin. Menelan butiran konsentrat ini bisa menyebabkan muntah berlebihan, lesu, terengah-engah, atau kehilangan napas," kata Ami Gadhia, penasihat senior Consumers Union.

Selain itu, Gadhia mengatakan bahwa perusahaan perlu mempertimbangkan untuk mengubah warna butir deterjen agar terlihat tidak menarik atau melapisinya dengan bahan yang membuat anak tidak tertarik untuk 'mencicipinya'.

(vit/vit)