Kamis, 22 Agu 2013 11:35 WIB

Cara Tepat Menyapih Anak: Ajak Ia Bicara

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - ASI memang menjadi makanan penting bagi bayi terutama selama enam bulan pertama masa pertumbuhannya. Namun, meski begitu, seiring dengan pertumbuhannya, saat anak-anak sudah cukup besar, misalnya lebih dari dua tahun, ibu bisa saja mulai menyapih si kecil.

"Sebenarnya tidak ada patokan umur berapa tapi ya seperti dikatakan sebaiknya saat anak berusia dua tahun atau lebih. Memang takutnya anak jadi tidak mandiri, " kata Dr. Elizabeth Yohmi, SpA, IBCLC kepada detikHealth seusai acara 'Seminar Media' BFW 2013 “Breastfeeding Support: Closed to Mothers” di kantor IDAI, Jl.Dempo, Matraman, Jakarta Pusat dan ditulis Kamis (22/8/2013).

Menurut Dr Yohmi, penyapihan sebenarnya akan sulit dilakukan jika si ibu sebenarnya enggan untuk menyapih. Tapi biasanya, jika ibu ataupun anak sudah siap, maka menyapih bisa dilakukan. Lalu, bagaimana cara menyapih yang paling baik?

"Tidak boleh ada pemaksaan, anak harus diajak bicara terus. Jadi, ini adalah keputusan dari dua belah pihak. Jangan hanya keputusan ibunya saja," tegas Dr Yohmi.

Jika keputusan menyapih hanya diambil oleh pihak ibu aja, nantinya akan berdampak buruk pada psikologis anak di mana mereka merasa sudah dicampakkan. Terlebih lagi, jika sudah punya adik, itu akan sangat berbahaya bagi kondisi anak.

Lalu, bagaimana jika menggunakan cara tradisional seperti mengunyah sirih dan njet yang menghasilkan warna merah lalu menempelkannya ke payudara seolah-olah susu ibu berdarah?

"Janganlah kalau pakai cara segala macam seperti itu. Lebih baik kita pakai cara yang gentle lah ya. Kita ajak bicara 'kamu sudah besar, perlu mandiri, ini untuk persiapan adek dan sebagainya," tutur Dr Yohmi.

Memang diakui dokter yang berpraktek di RS St Carolus ini, saat disapih, awalnya anak akan merajuk tapi itu hal yang wajar dalam proses penyapihan karena lama-lama ia pun akan terbiasa.


(vit/vit)