Dalam operasi yang terbilang langka dan disebut dengan hemispherectomy ini, tim dokter bedah akan mengangkat separuh otak atau memotong koneksi antara salah satu sisi otak dengan sisi otak lainnya. Peneliti mengatakan pasien epilepsi anak yang mendapatkan prosedur ini takkan pernah merasakan kejang-kejang lagi seumur hidupnya.
Hal ini telah dibuktikan peneliti Dr. Ajay Gupta, yang juga kepala divisi epilepsi anak dari Cleveland Clinic, Cleveland, Ohio dan rekan-rekannya dengan mengamati rekam medis 115 pasien epilepsi sejak berusia 2-28 tahun. Sebagian besar partisipan adalah anak-anak yang sudah menderita epilepsi sebelumnya usianya genap tiga tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian Dr. Gupta mengamati hasil 186 operasi yang dilakukan di klinik tersebut antara tahun 1997-2009, dengan fokus khusus pada 155 pasien yang telah menjalani hemispherectomy, sebagai kelanjutan dari studi pertama.
Pasca operasi, peneliti pun melaporkan 56 persen partisipan benar-benar terbebas dari kejang, 36 persen partisipan masih sering kejang sedangkan 15 persen partisipan lainnya memperlihatkan penurunan frekuensi kejang hingga lebih dari 90 persen.
"Otak memiliki kapasitas yang luar biasa untuk berfungsi meski ada bagian yang hilang," kata Dr. Gupta.
Namun peneliti memperingatkan hanya pasien epilepsi tertentu yang memenuhi syarat untuk menjalani hemispherectomy. Di Cleveland Clinic sendiri, Dr. Gupta mengaku ia dan rekan-rekannya melakukan 15 prosedur hemispherectomy setiap tahunnya, terutama jika obat anti-epilepsi yang dikonsumsi pasien berhenti bekerja.
Salah satu psien yang ditangani Dr. Gupta dan terlibat dalam studi yang dilakukannya adalah Aiden Gallagher. Bocah berusia tiga tahun asal Attica, Ohio ini mengaku bisa kejang hingga 12 kali dalam sehari sebelum menjalani hemispherectomy. Padahal Aiden telah didiagnosis terkena epilepsi sejak usianya baru 10 bulan.
Masalahnya, menurut sang ayah, Pete, kejang-kejang itu menyebabkan putra kesayangannya itu tak lagi ingat alfabet dan lupa bagaimana caranya berhitung. Apalagi ketika usia Aiden mencapai tiga tahun, obat-obatan yang biasa ia konsumsi tak lagi efektif dan kejangnya lebih sering kambuh. Hal ini mendorong Pete untuk memilih operasi sebagai satu-satunya solusi.
Ternyata keputusan itu tidaklah salah. Pasca operasi yang 'memaksa' Aiden kehilangan sisi kanan otaknya, Aiden tak pernah sekalipun kejang lagi. Kini Aiden menjadi anak yang sehat dan suka bermain baseball dan bola basket.
"Saya bahkan tidak menduga pemulihannya akan sebaik itu," tandas Pete seperti dilansir Daily Mail, Jumat (30/8/2013).
Selain itu peneliti menemukan pasca operasi, 83 persen pasien bisa berjalan tanpa alat bantu dan 70 persen memiliki kemampuan berbicara yang memuaskan. Hampir 60 persen pasien juga bisa mengenyam pendidikan di sekolah biasa, meski masih harus didampingi, dan 42 persen pasien yang berusia di atas enam tahun memiliki kemampuan membaca yang di atas rata-rata.










































