Jumat, 30 Agu 2013 19:15 WIB

Tak Gampang Menular, Hanya Cara-cara Ini yang Bikin Virus HIV Menyebar

- detikHealth
(Foto: Thinkstock)
Jakarta - Di masyarakat, orang yang terjangkit virus HIV seringkali dikucilkan karena takut tertular. Padahal, sebenarnya HIV hanya bisa menular melalui beberapa cara.

"HIV menular, tapi tidak mudah menular, hanya dengan cara-cara tertentu yakni melalui hubungan seks yang berisiko, penggunaan jarum suntik, dan hubungan ibu dan anak," kata dr Maya Trisiswati, Kepala Bidang Dukungan dan Layanan KPAP DKI Jakarta dalam Workshop Peningkatan Wawasan HIV dan AIDS Bagi Wartawan Media Cetak yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta di Hotel Sahira Butik, Jl Paledang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/8/2013).

Pada ibu dan anak, bisa terjadi melalui tiga cara yakni transplasenta saat anak di dalam kandungan, saat persalinan, dan ketika menyusui yang terjadi melalui air susu dan proses menyusui. Saat menyusu, puting ibu terluka dan berdarah, maka HIV bisa tertular.

"Prinsipnya, virus tersebut ada di darah, khususnya sel darah putih, air mani, cairan vagina, dan air susu ibu.

Khusus terkait hubungan seks, teknik berhubungan seks yang paling berisiko yakni anal seks, kemudian genita genito yakni hubungan penis dan vagina, oral seks, dan yang paling berisiko rendah yakni masturbasi.

dr Maya menambahkan pada dasarnya, hubungan seks yang sehat seharusnya yang tidak ada risiko ancaman kehamilan, ancaman tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV/AIDS, dan ancaman psikis. Pada penularan melalui hubungan seksual, ada populasi yang dianggap berisiko tinggi yang sering disebut populasi kunci yaitu laki-laki dan pekerja seks komersial.

"Lelaki Berisiko Tinggi (LBT) memang tidak mudah diidentifikasi. Saat ia 'jajan', dia tidak sebut identitas aslinya, dia juga berbaur di masyarakat dan LBT ini juga tidak membuat wadah di masyarakat misalnya seperti waria atau gay, mereka kan membuat suatu wadah ya," papar dr Maya.

"Biasanya, lelaki baru diketahui berisiko tinggi saat anaknya mengalami gangguan kesehatan, lalu dicek ternyata positif HIV. Kemudian, diperiksalah si ibu ternyata positif juga dan akhirnya baru diketahui bahwa si suami yang menularkannya," tambah dokter berkacamata ini dalam balutan blus batik bermotif kupu-kupu.

Menurut dr Maya, pencegahan penularan HIV/AIDS melalui hubungan seks bisa diatasi dengan menggunakan kondom. Tapi, yang memprihatinkan, justru penggunaan kondom di masyarakat masih rendah.



(vit/vit)