1. Paru-paru
Saat berolahraga, tubuh membutuhkan oksigen 15 kali lebih banyak. Karenanya, napas terasa lebih cepat dan berat saat berolahraga. Kemampuan paru-paru untuk mengolah oksigen diukur sebagai VO2max. Makin tinggi nilai VO2max, seseorang dikatakan semakin bugar.
2. Jantung
Oksigen yang disaring oleh paru-paru akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui darah, yang dipompa oleh jantung. Denyutnya meningkat saat berlahraga karena oksigen yang harus didistribusikan juga lebih banyak. Semakin sering orang berolahraga, semakin efisien pula kerja jantung dalam mendistribusikan darah dan oksigen.
3. Perut
Karena jantung sedang memompa darah ke seluruh tubuh, sistem-sistem organ yang tidak masuk prioritas dalam proses ini akan terpengaruh. Salah satunya adalah perut, yang mungkin akan mengalami beberapa masalah kecil. Pergerakan, penyerapan, dan pelepasan enzim-enzim akan terpengaruh selama olahraga.
4. Kulit dan wajah
Seperti mesin, tubuh juga menghasilkan panas saat melakukan aktivitas fisik. Untuk melepaskan panas, ada mekanisme yang dilakukan oleh tubuh. Pertama adalah melalui keringat. Selain itu, pembuluh darah di sekitar permukaan kulit akan melebar. Beberapa orang akan mengalami wajah memerah dalam proses ini.
5. Sendi
Olahraga akan memberi beban lebih di semua persendian, kadang sampai 5-6 kali lipat dibanding beban sehari-hari. Engkel, lutut, pinggul, siku dan bahu punya fungsi yang berbeda tetapi cara kerjanya secara umum sama. Tiap persendian dilapisi jaringan-jaringan penunjang antara lain kartilago, tendon dan ligamen. Jaringan-jaringan tersebut bisa aus oleh penggunaan yang berlebihan. Otot yang kuat bisa mengurangi beban persendian.
Saat berolahraga, tubuh membutuhkan oksigen 15 kali lebih banyak. Karenanya, napas terasa lebih cepat dan berat saat berolahraga. Kemampuan paru-paru untuk mengolah oksigen diukur sebagai VO2max. Makin tinggi nilai VO2max, seseorang dikatakan semakin bugar.
Oksigen yang disaring oleh paru-paru akan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui darah, yang dipompa oleh jantung. Denyutnya meningkat saat berlahraga karena oksigen yang harus didistribusikan juga lebih banyak. Semakin sering orang berolahraga, semakin efisien pula kerja jantung dalam mendistribusikan darah dan oksigen.
Karena jantung sedang memompa darah ke seluruh tubuh, sistem-sistem organ yang tidak masuk prioritas dalam proses ini akan terpengaruh. Salah satunya adalah perut, yang mungkin akan mengalami beberapa masalah kecil. Pergerakan, penyerapan, dan pelepasan enzim-enzim akan terpengaruh selama olahraga.
Seperti mesin, tubuh juga menghasilkan panas saat melakukan aktivitas fisik. Untuk melepaskan panas, ada mekanisme yang dilakukan oleh tubuh. Pertama adalah melalui keringat. Selain itu, pembuluh darah di sekitar permukaan kulit akan melebar. Beberapa orang akan mengalami wajah memerah dalam proses ini.
Olahraga akan memberi beban lebih di semua persendian, kadang sampai 5-6 kali lipat dibanding beban sehari-hari. Engkel, lutut, pinggul, siku dan bahu punya fungsi yang berbeda tetapi cara kerjanya secara umum sama. Tiap persendian dilapisi jaringan-jaringan penunjang antara lain kartilago, tendon dan ligamen. Jaringan-jaringan tersebut bisa aus oleh penggunaan yang berlebihan. Otot yang kuat bisa mengurangi beban persendian.
(up/vit)