Low-Intensity Extracorporeal Shockwave Therapy (LI-ESWT) diklaim dapat memberikan kesembuhan atau mengembalikan kemampuan ereksi pada pria dengan DE tanpa obat. Berbeda dengan terapi lainnya, LI-ESWT atau terapi kejut dilakukan dengan gelombang intensitas rendah.
Terapi ini juga dikatakan dapat mengembalikan kemampuan ereksi spontan tanpa operasi atau non-invasif. Pasien dapat lebih nyaman karena tidak menimbulkan nyeri dan tidak lagi perlu mengonsumsi obat bila akan melakukan hubungan intim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikan Dr Rasyid dalam acara konferensi pers yang diadakan di Hotel Gran Melia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (5/9/2013).
Terapi ini dilakukan dengan melakukan 'penembakan' ESWT pada penis di beberapa bagian penis, yaitu di ujung, tengah, dan pangkal. Penembakan ini dilakukan sebanyak 12 kali selama 9 minggu. Namun tidak dilakukan terus-menerus, melainkan dengan beberapa jeda.
Selama 3 minggu pertama akan dilakukan penembakan selama 2 kali per minggu. Kemudian 3 minggu berikutnya pasien diistirahatkan dan tidak diberi terapi. Baru kemudian dilakukan penembakan kembali pada 3 minggu terakhir.
"Hasilnya dilakukan penghitungan skor kekerasan ereksi dan hasilnya cukup tinggi pada rata-rata setelah 8 tembakan. Sekitar 70 persen dari sampel merespons dengan baik terapi ini dan 50 persen dapat kembali ereksi spontan tanpa obat," lanjut Dr Rasyid.
Prof dr Hadiarto Mangunnegoro, SpP(Ky, FCCP, selaku Direktur RS Asri Jakarta dalam sambutannya mengatakan bahwa terapi ini bisa dilakukan di Asri Urology Center. Saat ini mereka telah memiliki peralatan LI-ESWT untuk membantu kesembuhan pasien DE.
Dengan biaya sekitar Rp 30 juta per paket yaitu dengan 12 kali terapi selama 9 minggu, diharapkan alat ini akan menjadi salah satu unggulan dalam pengobatan terapi DE.
(/)











































