"Saat bercerai, kedua orang tua cenderung disibukkan oleh urusannya masing-masing. Bagi salah satu orang tua yang mendapat hak asuh seringkali kewalahan karena berjuang sendirian. Kalau begini, anak-anak bisa menjadi kurang mendapat perhatian," kata psikolog Anna Surti Ariani, Psi, MSi saat dihubungi detikHealth, Senin (9/9/2013).
Psikolog yang juga berpraktek di Klinik Terpadu UI ini menerangkan, saat kedua orang tua bercerai, yang paling sering menjadi kendala adalah komunikasi. Jika biasanya di rumah komunikasi untuk pengasuhan anak bisa dilakukan dengan mudah, atau minimal bisa menggunakan SMS, maka setelah bercerai komunikasinya terganggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun ada juga anak yang lantas dimanja, karena orang tua khawatir si anak akan sedih dengan perceraian. Maka dia menuruti segala keinginan orang tua. Minta dibelikan mobil dikasih tanpa diberi aturan yang ketat," ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini.
Meskipun demikian, Nina tidak mau menduga-duga apakah masalah keluarga akibat perceraian tersebut juga mempengaruhi kondisi psikis putra Ahmad Dhani sehingga bisa sampai terlibat kecelakaan. Diperlukan pemeriksaan khusus dan konseling untuk mengetahui latar belakang permasalahan tersebut.
"Kita harus tahu apa yang terjadi sebelum kecelakaan itu terjadi untuk bisa menilai apakah memang ada masalah keluarga atau tidak yang mempengaruhinya. Masalah keluarga memang bisa memicu anak berbuat banyak hal, tapi tak semua anak broken home lantas bermasalah," kata Yunita Gama Wibowo, psikolog klinis anak dan remaja dari Personal Growth.
Yunita menerangkan, ada juga anak-anak yang orang tuanya bercerai namun masih bisa tumbuh dengan baik tanpa masalah yang berarti. Menurutnya, pengasuhan, kasih sayang dan ketegasan orang tua menjadi faktor penting bagi remaja untuk melewati prahara rumah tangga.
(pah/up)











































