1. Fetal Destructors and Extractors
|
(Foto: Listverse)
|
Tanpa terlalu banyak mempelajari detail kasus, jika dokter menentukan janin sudah meninggal, dia akan menggunakan instrumen untuk memenggal mayat si janin, kemudian mencabut tubuhnya dengan alat menyerupai kail. Jika janin masih hidup, sebuah alat pelubang digunakan untuk membunuh janin sebelum tubuhnya dikeluarkan dari rahim.
2. Dental Key
|
(Foto: Listverse)
|
Setelah ditemukan dental key, memungkinkan dokter menjepit gigi pasien dengan cakar pada akhir instrumen. Dengan menggoyang atau memutar kunci, gigi akan tercabut dari gusi beserta akar-akarnya. Tapi semua tindakan tersebut dilakukan tanpa proses pembiusan.
3. craseur
|
(Foto: Listverse)
|
Loop atau kawat melingkar pada ujung instrumen dapat menjadi rantai gergaji atau kawat sederhana, dan digunakan untuk mencekik dan menghancurkan pertumbuhan daging, mencegah perdarahan dengan membatasi suplai darah seperti turniket (alat penghenti pendarahan). Instrumen serupa juga digunakan dalam kedokteran hewan untuk mengebiri ternak.
4. Lithotome Cach
|
(Foto: Listverse)
|
Instrumen tersebut berisi dua bilah pisau tersembunyi yang telah disesuaikan, yang akan melompat keluar dan memotong serta melebarkan leher kandung kemih. Ahli bedah kemudian akan mulai menyelidik dengan forsep. Karena dokter tidak ingin memperpanjang penderitaan pasien yang tidak dibius, operasi tersebut mengambil waktu sekitar lima menit atau lebih.
5. Hemorrhoid Forceps
|
(Foto: Listverse)
|
Instrumen ini bekerja dengan menggenggam erat dan menghancurkan wasir eksternal untuk membatasi suplai darah. Jaringan yang rusak akhirnya akan mati dan layu. Wasir internal kemudian dikeluarkan menggunakan kait, dan dibakar atau dipotong dengan gunting.
Halaman 2 dari 6











































