Sue mengalami kejadian ini ketika ia sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah pub. Yang membuatnya kaget, ia sama sekali tak berpikir akan ada ular di jalan tersebut. Ia bahkan tak hanya digigit di satu sisi saja, tetapi di kedua kakinya.
"Saya merasa sangat aneh. Saya pikir tidak mungkin bisa ada ular berkeliaran tanpa ada peringatan dari polisi. Seandainya saja saya diberitahu oleh polisi ada ular lepas, saya mungkin tidak akan memilih untuk berjalan kaki di sini," papar Sue, seperti dilansir Mirror, Selasa (10/9/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampainya di rumah, Sue segera mencoba untuk mengobati lukanya sendiri, namun darah pada lukanya tidak berhenti mengalir dari kaki kanannya hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke Morriston Hospital.
"Dokter dan perawat di rumah sakit bahkan sempat terdiam dan terkesima. Mereka belum pernah berurusan dengan gigitan ular piton sebelumnya. Untuk memastikan perawatan yang diberikan tepat, mereka bahkan sempat menelepon unit reptil dan racun Lonton," tutur Sue.
Setelah di rumah sakit dan mendapatkan infus di 3 lokasi tubuh berbeda, Sue semakin resah karena wajahnya semakin bengkak. Darah pun tak berhenti mengalir dari luka di kaki kanannya.
"Mereka harus melakukan rontgen untuk memastikan tidak ada taring ular yang terjebak dalam kaki saya. Akibat perdarahan ini, kaki kanan saya memghitam dan saya semakin gemetar," ujar Sue.
Ular piton yang biasanya ditemukan di Asia dan Afrika ini diduga merupakan hewan peliharaan yang melarikan diri. Pasca kejadian ini, ular piton tersebut memang dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan dalam pipa. Ular ini pun telah dikembalikan pada pemiliknya.
(/)










































