Gara-gara Minum Pil Kontrasepsi yang Dijual Bebas, Remaja Ini Stroke

Gara-gara Minum Pil Kontrasepsi yang Dijual Bebas, Remaja Ini Stroke

Ashrini Shabiani TS Annisa - detikHealth
Kamis, 12 Sep 2013 20:00 WIB
Gara-gara Minum Pil Kontrasepsi yang Dijual Bebas, Remaja Ini Stroke
Georgie Holland (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Pil kontrasepsi memang sudah dapat dibeli bebas oleh para remaja AS yang berusia di atas 15 tahun. Meski dijual bebas karena berbagai alasan kesehatan, tetap ada saja kritik yang muncul. Ini bukan tanpa sebab, karena banyak remaja putri yang justru berhadapan dengan berbagai penyakit karenanya.

Salah satunya adalah Georgie Holland (18), remaja asal Thrapston, Northamptonshire, ini harus mengalami stroke. Dokter pun memintanya untuk minum aspirin setiap hari untuk mengencerkan darahnya. Akibat pil kontrasepsi yag dijual bebas itu, penglihatan mata kanannya kini juga menjadi terbatas. Demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (12/9/2013).

Georgie kolaps setelah pulang dari kampus. Dia terpaksa menghabiskan dua hari di kasur sebelum akhirnya orang tuanya membawa petugas medis untuk memeriksanya. Hasil scan yang dijalani menunjukkan ada gumpalan darah di otaknya yang mempengaruhi aliran darahnya dan menyebabkan stroke.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun kondisi tubuhnya kini tidak seperti dulu, ia berusaha bangkit kembali untuk bersaing dalam kontes kecantikan nasional dan berusaha untuk dapat dinobatkan sebagai 'The Face of Europe'.

Georgie menceritakan bahwa pada saat pertama penyakit ini menyerangnya, ia sedang berada di kelas tari sekolah. Saat itu dia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Untuk mengatasinya Georgie duduk sesaat. Melihat kondisi ini, gurunya memperbolehkannya untuk pulang, namun ia tidak bisa berpikir jernih dan tidak yakin atas apa yang sedang dilakukannya.

"Saya akhirnya berjalan keluar sekolah dan ke jalanan. Kebetulan ayah saya lewat saat itu, ketika itu ia di perjalanan menjemput saya dan melihat saya ambruk di semak-semak. Saya tidak tahu mengapa saya memutuskan untuk berjalan keluar sekolah," terang Georgie.

Setelah dijemput, Georgie menghabiskan waktu dua hari di kasur dan dokter pun dipanggil ke rumahnya karena ia terlalu sakit untuk bergerak. Tidak hanya itu, ia bahkan tidak bisa melihat ayahnya melambaikan tangan tepat di depan wajahnya. Pada saat itu keluarganya menyadari sesuatu yang sangat tidak beres terjadi padanya.

"Saya merasa sangat sakit dan frustasi karena saya tahu apa yang sedang saya pikirkan namun saya tidak bisa berbicara dengan jelas. Saat orang tua saya dan adik laki-laki saya diperlihatkan hasil scan otak saya, mereka sangat kaget. Ada gumpalan hitam di tengah otak saya yang menghentikan aliran darah," ujarnya.

Georgie dilarikan ke rumah sakit dan harus menghabiskan waktu seminggu untuk penyembuhan di rumah sakit. Dokter mengatakan kepada keluarganya bahwa mereka percaya stroke yang terjadi pada Georgie berkaitan dengan pil kontrasepsi Yasmin yang dikonsumsinya selama dua tahun.

Kini Georgie akan berkompetisi dengan gadis-gadis lainnya dalam kontes ratu kecantikan yang diadakan di Essex tanggal 15 September. Jika menang, hadiahnya adalah jalan-jalan ke Disneyland Paris.

"Saya harap acara ini akan membantu saya melupakan pengalaman yang mengerikan itu. Penglihatan saya sangat menakutkan. Tapi saya siap untuk bersaing dan memenangkan persaingan. Ini akan menjadi prestasi yang luar biasa jika saya berhasil," tuturnya.

Sebaiknya konsumsi pil konstrasepsi lebih dikhususkan kepada perempuan menikah, dan bukannya dijual bebas pada remaja. Karena hal itu justru bisa meningkatkan seks bebas, serta bisa berbahaya bagi kesehatan remaja yang menggunakannya.

Kasus seperti ini tidak hanya terjadi pada Georgie. Sebelumnya juga ada remaja yang terkena stroke dan ada juga yang terkena serangan jantung karena meminum pil kontrasepsi. Salah satunya adalah Gemma Hill. Remaja 15 tahun asal Leicester, Inggris, ini terserang stroke berat setelah ia mulai mengonsumsi pil kontrasepsi. Gemma meminumnya untuk mengurangi rasa sakit saat menstruasi pada tahun 2009, namun ia justru muntah hampir setiap hari.

Stroke yang dialami Gemma adalah stroke berat. Ia tidak bisa berjalan dan sulit bicara. Stroke juga mempengaruhi memori juga penglihatannya.

Kasus lainnya adalah serangan jantung yang menyerang Alyce Clark (20). Saat usianya 19 tahun, Alyce ambruk karena serangan jantung setelah rutin mengonsumsi pil KB Microgynon selama sebulan.

Alyce mengalami pendarahan melalui hidung dan mulut. Lebih mengerikan lagi, CT scan tidak hanya menunjukkan satu pembekuan darah, namun ratusan pembekuan darah di pembuluh darah dari kaki ke jantung dan juga di paru-parunya. Untungnya setelah mendapat suntikan darurat dari obat anti-pembekuan darah dan menjalani perawatan intensif, Alyce akhirnya mulai pulih.



(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads