7 Fakta Menarik Seputar Udel yang Jarang Diketahui Orang

7 Fakta Menarik Seputar Udel yang Jarang Diketahui Orang

- detikHealth
Jumat, 13 Sep 2013 12:05 WIB
7 Fakta Menarik Seputar Udel yang Jarang Diketahui Orang
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

1. Kriteria udel seksi versi ilmiah

Sebuah laporan ilmiah yang dipublikasikan di LiveScience tahun 2009 mengungkap bahwa udel yang dianggap seksi oleh orang kebanyakan adalah udel yang berbentuk T alias vertikal dengan sedikit tudung di atasnya. Udel yang keluar alias bodong dianggap paling tidak seksi.

"Simetri, bentuk, dan posisi udel bisa juga dipakai untuk memperkirakan potensi reproduksi dari perempuan usia subur, termasuk risiko anomali genetik pada bayi yang bisa diwariskan," kata Aki Sinkkonen dari University of Helsinki yang melakukan penelitian tersebut.

2. Beberapa orang tidak memiliki udel

(dok: getty images)
Tidak punya udel adalah ungkapan bagi para pekerja keras yang tidak mengenal rasa letih. Dalam kenyataannya, beberapa orang memang tidak memiliki udel yang sebenarnya. Salah satunya adalah supermodel Karolina Kurkova. Ia kehilangan udel karena operasi yang dijalaninya semasa kecil.

Tokoh beken lainnya yang tidak memiliki udel adalah aktor Alfred Hitchcock. Sayangnya, tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Yang jelas, semua spesies mamalia normalnya punya udel karena semasa dalam kandungan mendapat suplai nutrisi dari ibunya melalui tali pusar.

3. Kelemahan udel berambut

Tahun 2009, sebuah studi di Australia menunjukkan bahwa rambut di sekitar udel memberikan masalah pada laki-laki paruh baya yang kelebihan berat badan. Masalah tersebut adalah banyaknya serat-serat tekstil di lubang udel. Diyakini, serat tersebut berasal dari gesekan rambut halus dengan serat kain dari pakaian yang terlalu ketat.

Kaos baru lebih banyak mengotori udel dengan serat-serat tekstil. Kaos atau jenis pakaian lain yang sudah dipakai berulang kali lebih sedikit mengotori udel. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan di Medical Hypotheses.

Dibanding perempuan, laki-laki lebih sering menemukan serat-serat tersebut di udelnya.

4. Udel juga bisa mendadak bodong

Lazimnya, bentuk udel tidak akan berubah, yang semula bodong akan tetap bodong, begitu pula yang seksi akan tetap seksi sampai kapanpun. Namun kondisi tertentu seperti kehamilan bisa membuat bentuk udel berubah, yang semula cekung menjadi agak menonjol karena terdorong oleh pertumbuhan ukuran perut.

"Tapi kebanyakan, tidak ada perubahan pada strukturnya. Setelah melahirkan, bentuk udel akan kembali seperti semula," kata Dr Karen Marie Janffee, seorang ahli kandungan dari University Hospitals of Cleveland.

5. Posisi udel berhubungan dengan kecepatan lari

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Duke University mengungkap fakta menarik tentang udel para atlet lari. Dengan berat dan tinggi badan yang sama, atlet yang memiliki posisi udel lebih tinggi cenderung berlari dengan kecepatan lebih tinggi.

Para pelari dari Afrika Barat misalnya, dalam penelitian itu terbukti lebih berprestasi dan posisi udelnya rata-rata 4,6 cm lebih tinggi dibanding para atlet kulit putih.

6. Ribuan jenis bakteri ada di udel

Bukan cuma serat tekstil yang mengotori udel. Sebagaimana halnya permukaan kulit yang lain, udel juga dipenuhi oleh berbagai jenis bakteri. Bahkan menurut Toronto Star, keberagaman bakteri di udel sangat mencengangkan. Para ilmuwan dalam sebuah penelitian telah menemukan 1.400 jenis bakteri berbeda di dalam udel.

7. Udel mainstream

Beberapa orang punya kecenderungan anti-mainstream, tidak mau sama dengan orang kebanyakan. Untuk urusan udel, ada baiknya para pengikut aliran anti-mainstream memilih udel bodong karena 90 persen manusia memiliki udel yang tidak bodong.
Halaman 2 dari 8
Sebuah laporan ilmiah yang dipublikasikan di LiveScience tahun 2009 mengungkap bahwa udel yang dianggap seksi oleh orang kebanyakan adalah udel yang berbentuk T alias vertikal dengan sedikit tudung di atasnya. Udel yang keluar alias bodong dianggap paling tidak seksi.

"Simetri, bentuk, dan posisi udel bisa juga dipakai untuk memperkirakan potensi reproduksi dari perempuan usia subur, termasuk risiko anomali genetik pada bayi yang bisa diwariskan," kata Aki Sinkkonen dari University of Helsinki yang melakukan penelitian tersebut.

Tidak punya udel adalah ungkapan bagi para pekerja keras yang tidak mengenal rasa letih. Dalam kenyataannya, beberapa orang memang tidak memiliki udel yang sebenarnya. Salah satunya adalah supermodel Karolina Kurkova. Ia kehilangan udel karena operasi yang dijalaninya semasa kecil.

Tokoh beken lainnya yang tidak memiliki udel adalah aktor Alfred Hitchcock. Sayangnya, tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Yang jelas, semua spesies mamalia normalnya punya udel karena semasa dalam kandungan mendapat suplai nutrisi dari ibunya melalui tali pusar.

Tahun 2009, sebuah studi di Australia menunjukkan bahwa rambut di sekitar udel memberikan masalah pada laki-laki paruh baya yang kelebihan berat badan. Masalah tersebut adalah banyaknya serat-serat tekstil di lubang udel. Diyakini, serat tersebut berasal dari gesekan rambut halus dengan serat kain dari pakaian yang terlalu ketat.

Kaos baru lebih banyak mengotori udel dengan serat-serat tekstil. Kaos atau jenis pakaian lain yang sudah dipakai berulang kali lebih sedikit mengotori udel. Demikian menurut penelitian yang dipublikasikan di Medical Hypotheses.

Dibanding perempuan, laki-laki lebih sering menemukan serat-serat tersebut di udelnya.

Lazimnya, bentuk udel tidak akan berubah, yang semula bodong akan tetap bodong, begitu pula yang seksi akan tetap seksi sampai kapanpun. Namun kondisi tertentu seperti kehamilan bisa membuat bentuk udel berubah, yang semula cekung menjadi agak menonjol karena terdorong oleh pertumbuhan ukuran perut.

"Tapi kebanyakan, tidak ada perubahan pada strukturnya. Setelah melahirkan, bentuk udel akan kembali seperti semula," kata Dr Karen Marie Janffee, seorang ahli kandungan dari University Hospitals of Cleveland.

Penelitian yang dilakukan para ahli dari Duke University mengungkap fakta menarik tentang udel para atlet lari. Dengan berat dan tinggi badan yang sama, atlet yang memiliki posisi udel lebih tinggi cenderung berlari dengan kecepatan lebih tinggi.

Para pelari dari Afrika Barat misalnya, dalam penelitian itu terbukti lebih berprestasi dan posisi udelnya rata-rata 4,6 cm lebih tinggi dibanding para atlet kulit putih.

Bukan cuma serat tekstil yang mengotori udel. Sebagaimana halnya permukaan kulit yang lain, udel juga dipenuhi oleh berbagai jenis bakteri. Bahkan menurut Toronto Star, keberagaman bakteri di udel sangat mencengangkan. Para ilmuwan dalam sebuah penelitian telah menemukan 1.400 jenis bakteri berbeda di dalam udel.

Beberapa orang punya kecenderungan anti-mainstream, tidak mau sama dengan orang kebanyakan. Untuk urusan udel, ada baiknya para pengikut aliran anti-mainstream memilih udel bodong karena 90 persen manusia memiliki udel yang tidak bodong.

(up/vta)

Berita Terkait