Benjolan-benjolan Ini Bukan Kanker, Tapi Kerap Muncul di Payudara (2)

Benjolan-benjolan Ini Bukan Kanker, Tapi Kerap Muncul di Payudara (2)

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 17 Sep 2013 11:06 WIB
Benjolan-benjolan Ini Bukan Kanker, Tapi Kerap Muncul di Payudara (2)
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Perempuan mana tak khawatir bila menemukan benjolan di payudaranya. Kadang-kadang, benjolan tersebut menunjukkan gejala kanker payudara, salah satu jenis kanker paling mematikan pada perempuan.

Untungnya menurut para ahli, hanya 10 persen benjolan yang merupakan pertanda kanker. Tetap saja, para perempuan dianjurkan untuk selalu mewaspadai benjolan di payudara dan segera memeriksakannya ke dokter.

Beberapa jenis benjolan yang bukan merupakan gejala kanker payudara antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Daily mail, Selasa (17/9/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Abses payudara

Benjolan merah dan terasa perih saat menyusui merupakan gejala abses payudara, yakni infeksi pada jaringan payudara yang dipicu oleh bakteri dari mulut bayi. Ukurannya berkisar antara 5-10 cm. Meski sangat jarang, benjolan abses ini ditemukan juga pada perempuan muda yang belum punya anak meski penyebabnya tidak diketahui.

2. Tumor Phyllodes

Benjolan yang terasa lembut ini mirip dengan fibroadenoma tetapi lebih sering dijumpai pada perempuan usia 30-40 tahun. Ukurannya bisa tumbuh hingga 2-5 cm. Benjolan ini terbentuk oleh glandula dan jaringan ikat payudara. Bisa ditemukan di bagian manapun dari payudara tetapi paling sering di bagian luar dan atas, dekat dengan ketiak.

"Hampir semua benjolan tumor ini tidak bahaya tetapi 10 persen di antaranya bisa berkembang menjadi kanker," kata Marsh.

3. Adenoma

Benjolan kecil di bawah puting payudara dibentuk oleh sel-sel glandula yang menghasilkan air susu ibu. Bentuknya melingkar, terasa lembut, seperti fibroadenoma, tetapi tidak berpindah-pindah saat disentuh. Ukurannya bisa tumbuh hingga sebesar kelereng dan akan menyebabkan rasa sakit.

Untuk memastikan apakah benjolan ini ganas atau tidak, kadang diperlukan tindakan biopsi. Dan bila meragukan, maka akan dilakukan pengangkatan.

4. Hamartoma

Benjolan lembut sebesar 5-6 cm dan terasa seperti jaringan payudara di sekitarnya, bisa juga merupakan hamartoma, yakni pertumbuhan normal sel-sel payudara yang tidak terbentuk secara teratur. Benjolan sejenis ini bisa muncul di mana saja, termasuk di paru-paru. Penyebabnya tidak diketahui pasti tetapi faktor keturunan bisa juga mempengaruhi. Selama tidak terus membesar dan menyebabkan rasa sakit, bejolan ini tidak akan diangkat.
Halaman 2 dari 5
Benjolan merah dan terasa perih saat menyusui merupakan gejala abses payudara, yakni infeksi pada jaringan payudara yang dipicu oleh bakteri dari mulut bayi. Ukurannya berkisar antara 5-10 cm. Meski sangat jarang, benjolan abses ini ditemukan juga pada perempuan muda yang belum punya anak meski penyebabnya tidak diketahui.

Benjolan yang terasa lembut ini mirip dengan fibroadenoma tetapi lebih sering dijumpai pada perempuan usia 30-40 tahun. Ukurannya bisa tumbuh hingga 2-5 cm. Benjolan ini terbentuk oleh glandula dan jaringan ikat payudara. Bisa ditemukan di bagian manapun dari payudara tetapi paling sering di bagian luar dan atas, dekat dengan ketiak.

"Hampir semua benjolan tumor ini tidak bahaya tetapi 10 persen di antaranya bisa berkembang menjadi kanker," kata Marsh.

Benjolan kecil di bawah puting payudara dibentuk oleh sel-sel glandula yang menghasilkan air susu ibu. Bentuknya melingkar, terasa lembut, seperti fibroadenoma, tetapi tidak berpindah-pindah saat disentuh. Ukurannya bisa tumbuh hingga sebesar kelereng dan akan menyebabkan rasa sakit.

Untuk memastikan apakah benjolan ini ganas atau tidak, kadang diperlukan tindakan biopsi. Dan bila meragukan, maka akan dilakukan pengangkatan.

Benjolan lembut sebesar 5-6 cm dan terasa seperti jaringan payudara di sekitarnya, bisa juga merupakan hamartoma, yakni pertumbuhan normal sel-sel payudara yang tidak terbentuk secara teratur. Benjolan sejenis ini bisa muncul di mana saja, termasuk di paru-paru. Penyebabnya tidak diketahui pasti tetapi faktor keturunan bisa juga mempengaruhi. Selama tidak terus membesar dan menyebabkan rasa sakit, bejolan ini tidak akan diangkat.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads