Adalah riset di Denmark yang menyebut pasien sakit jantung lebih dari lima tahun mempunyai peluang 42 persen lebih rendah untuk meninggal, jika mampu berperilaku positif dalam kesehariannya. Demikian dikutip dari Live Science, Jumat (20/9/2013).
Dari studi diketahui pasien sakit jantung yang mampu berperilaku positif, cenderung berolahraga dua kali lebih banyak. Para peneliti sendiri belum menentukan apakah perilaku positif yang membuat mereka termotivasi untuk menjalankan gaya hidup sehat dan berolahraga, atau kegiatan olahraga yang membuat pikiran mereka segar sehingga selalu berperilaku positif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penelitian tersebut dilakukan di sebuah rumah sakit di Denmark dan melibatkan 600 pasien sakit jantung coroner. Pasien diminta menjawab pertanyaan: bagaimana mood mereka dan seberapa sering mereka berolahraga?
Berdasarkan survei yang dijawab semasa hidup pasien, dari 80 pasien yang meninggal dunia, 30 orang mengaku selalu berpikir dan berperilaku positif. Sementara itu 50 orang lainnya mengaku sebaliknya.
dr Suzanne Steinbaum, kardiologis di Lenox Hill Hospital di New York, menjelaskan pikiran dan perilaku positif dapat menurunkan hormon stres, sehingga membuat mood seseorang lebih baik. Inilah yang akhirnya akan menjadikan banyak hal dalam hidup yang bersangkutan menjadi lebih baik, misalnya dalam hal pola dan menu makanan, pola tidur, dan lainnya.
"Menurut saya, orang yang positif pasti akan berusaha memikirkan kesehatan dirinya, dan menolong dirinya sendiri," imbuh Steinbaum.
Penelitian ini memang tidak mengamati secara detail durasi dan intensitas olahraga yang dilakukan pasien sehingga berpengaruh pada harapan usia hidup yang lebih panjang. Penelitian tersebut dimuat dalam jurnal Circulation: Cardiovascular Quality and Outcomes.
(vit/vit)










































