Pil Pereda Stres Ini Malah Berisiko Datangkan Diabetes

Pil Pereda Stres Ini Malah Berisiko Datangkan Diabetes

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Kamis, 26 Sep 2013 12:01 WIB
Pil Pereda Stres Ini Malah Berisiko Datangkan Diabetes
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Orang-orang zaman sekarang rentan terkena stres dan depresi saat dihadapkan pada masalah tertentu karena gaya hidup yang tak sehat. Beruntung kondisi ini dapat ditanggulangi secara efektif dengan konsumsi antidepresan. Tapi menurut sebuah studi baru, obat pereda stres ini justru meningkatkan risiko diabetes.

Tim peneliti dari Southampton University, UK ini pun menduga alasan mengapa antidepresan dapat mengakibatkan diabetes tipe 2 adalah karena pasien yang mengonsumsi antidepresan lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Padahal pada seseorang yang kelebihan berat badan, kemampuan tubuhnya untuk mengatur gula darah menurun drastis, yang pada akhirnya memicu munculnya diabetes.

Hal ini dipastikan peneliti setelah me-review 25 riset yang melibatkan sekitar satu juta pasien. Dari situ peneliti menyimpulkan banyak pasien yang mengidap diabetes tipe 2 setelah diberi resep antidepresan oleh dokternya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini tentu mendorong peneliti untuk menduga bahwasanya pil pereda stres inilah yang menyebabkan munculnya diabetes.

"Riset kami memperlihatkan meski Anda telah mengabaikan segala faktor risiko klasik dari diabetes tipe dua; di antaranya penambahan berat badan dan gaya hidup, tampaknya ada sesuatu di dalam antidepresan yang bisa jadi faktor risiko independen dari diabetes," ungkap ketua tim peneliti Dr Katharine Barnard, seorang pakar fisiologi dari University of Southampton seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (26/9/2013).

"Risiko potensial ini juga mengkhawatirkan. Dan setiap orang yang mengonsumsi antidepresan harus ekstra waspada dengan adanya risiko ini, terutama sampai kami melakukan riset lanjutan untuk memastikannya," sambungnya.

Namun meski kaitan antara konsumsi antidepresan dengan risiko diabetes begitu kuat, peneliti masih belum yakin pil-pil itu dapat menyebabkan munculnya diabetes secara langsung.

Masalah lainnya, para pakar percaya jika banyak dokter yang memberikan pil ini begitu saja tanpa mempertimbangkan efek samping jangka panjangnya.

Menanggapi studi ini, Richard Holt, profesor Diabetes and Endocrinology dari University of Southampton pun mengatakan, "Depresi juga masalah kesehatan yang tak bisa diabaikan dan antidepresan merupakan pengobatan efektif untuk kondisi ini, namun para dokter harus tetap waspada dengan risiko diabetes akibat konsumsi obat ini, terutama jika antidepresan yang dikonsumsi berdosis tinggi atau diminum dalam jangka panjang."

"Apalagi saat meresepkannya pada pasien. Ini juga harus dibarengi dengan monitoring kondisi pasien dan membantu mengurangi risiko dengan merekomendasikan modifikasi gaya hidup," tutupnya.



(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads