Selasa, 01 Okt 2013 14:02 WIB

Kampanye Stop Rokok Gaya Baru: Pakai Topeng Seram yang Ada Kankernya

- detikHealth
(Foto: PA) (Foto: PA)
London - Ada banyak kampanye stop rokok yang menyuarakan betapa berbahayanya efek dari produk tembakau. Yang satu ini mungkin yang paling menarik, sebab orang-orang berkampanye menggenakan topeng seram ala Halloween, lengkap dengan kanker di tenggorokan, lubang di leher serta wajah mengerikan, yang semuanya merupakan efek buruk dari rokok.

Orang-orang ini mungkin terlihat seperti mengenakan kostum Halloween, tapi sebenarnya adalah serangkaian topeng mengejutkan yang sengaja dirancang untuk menunjukkan risiko kesehatan nyata dan menakutkan yang berhubungan dengan merokok.

Topeng-topeng yang digunakan menunjukkan kengerian kanker mulut dan tenggorokan, degenerasi makula dan penyakit periodontal, ditambah penuaan dini pada kulit dan rambut, yang semuanya merupakan bagian dari kampanye stop rokok gaya baru.

Topeng seram ini terinspirasi oleh peringatan kesehatan pada bungkus rokok dan dirancang khusus untuk mendidik dan mengejutkan perokok agar berhenti membeli produk tembakau tersebut. Ini juga merupakan bagian dari kampanye 'HealthExpress Stop Smoking' bulan ini yang diadakan di Inggris.

Bertepatan dengan bulan 'NHS Stoptober', HealthExpress menggunakan topeng ala Halloween untuk berkampanye dalam upaya berkomunikasi dengan sekitar 10 juta perokok di Inggris. Orang-orang yang memakai topeng akan keluar dan berjalan-jalan di sekitar kota, yang dikenal menjadi rumah bagi banyak perokok, untuk menyoroti bahaya dari kebiasaan adiktif tersebut.

Topeng yang diproduksi telah dikonsultasikan dengan pemimpin tim medis, Dr Hilary Jones, dengan masing-masing desain menunjukkan secara visual bagaimana efek merusak serta penyakit berpotensi fatal yang terkait dengan dampak merokok jangka panjang. Tim ahli prosthetics selama dua bulan bekerja menciptakan visual yang benar dari kondisi medis akibat merokok, dengan ukiran kepala yang solid, membangun fitur dengan tanah liat dan plester, penambahan lapisan lateks cair dan cat.

Dua masker dibuat untuk menunjukkan efek jangka panjang merokok pada laki-laki 40 tahun. Topeng pertama memiliki lubang menakutkan di leher, yang merupakan hasil dari trakeostomi yang mungkin diperlukan untuk penderita kanker tenggorokan, leher atau kepala. Serta pneumonia berat, penyakit yang amat berisiko bagi perokok.

Topeng lain menunjukkan korban kanker tenggorokan, yang telah menyerang jaringan lebih dalam, termasuk otot dan trakea. Sebuah tumor membesar adalah kompresi trakea dan menyebabkan kesulitan bernapas. Pria dengan rambut beruban menggambarkan bagaimana hasil stres tambahan pada tubuh akibat rokok, juga kantong di sekitar mata adalah akibat menyipitkan sering mata untuk melindungi mata dari asap rokok.

Topeng lain menggambarkan seorang wanita 30 tahun yang memiliki kerusakan kulit ke bibirnya, yang merupakan gejala visual kanker mulut. Gigi dan gusi wanita itu telah rusak oleh produk tembakau, yang menguras jaringan gusi dan mengekspos akar gigi dengan penyakit periodontal, juga ada noda nikotin pada giginya yang tidak sempurna.

Topeng ini juga menggambarkan bagaimana rokok menyebabkan penuaan dini pada kulit, yang ditunjukkan dengan keriput berlebihan dan kantong hitam di sekitar matanya. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya kolagen akibat kebiasaan merokok, yang menyebabkan kulitnya melorot dan timbul kerutan dini, karena jaringan ikat di bawah kulit yang membuatnya tegas dan elastis telah rusak.

Rambut wanita tersebut juga digambarkan menipis dan beruban sebagai akibat dari kerusakan DNA dari folikel rambut, serta berkurangnya pasokan darah ke folikel.

"Mereka menawarkan peringatan menarik untuk perokok dan kami berharap bahwa ini akan mendorong para perokok untuk mencari bantuan dan menghentikan kebiasaannya," jelas Dr Hilary Jones, penasihat medis independen untuk HealthExpress, seperti dilansir Dailymail, Selasa (1/10/2013).







(mer/vit)
News Feed