Penanganan Stroke Lebih Optimal dengan Pelayanan Terintegrasi

Penanganan Stroke Lebih Optimal dengan Pelayanan Terintegrasi

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Kamis, 03 Okt 2013 09:34 WIB
Penanganan Stroke Lebih Optimal dengan Pelayanan Terintegrasi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Agar penanganan penderita stroke bisa membuahkan hasil yang optimal, maka diperlukan pelayanan yang terintegrasi antara tenaga medis, infrastruktur dan manajemen di rumah sakit. Sebab stroke merusak salah satu organ tubuh yaitu otak yang berpengaruh ke seluruh tubuh.

Saat terjadi penyumbatan di pembuluh darah di otak dan tidak segera diatasi, maka akan menurunkan bahkan menghancurkan fungsi sosial, okupasi, fisik, dan mental penderitanya.

"Oleh karena itu penanganannya tidak hanya dilakukan oleh satu dokter saja. Tapi semua tim dokter seperti ahli saraf, gizi, jantung, penyakit dalam, rehabilitasi medik, dan lainnnya," kata dr Herianto SpS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu dipaparkan oleh dokter spesialis saraf di Eka Hospital tersebut dalam acara Grand Launching Eka Hospital Stroke Centre di Function Hall Eka Hospital, BSD City, Tangerang, dan ditulis pada Kamis (3/10/2013).

Penuturan dr Herianto dibenarkan perwakilan Mayo Clinic yang turut hadir di acara itu, Thomas Behrenbeck, M.D, Ph.D, FACCP. Ia mengatakan di masa lalu, dokter hanya bekerja sendiri untuk menangani pasiennya. Sekarang pun, diakui Thomas masih banyak dokter spesialis yang berpikir seperti itu.

"Masalahnya adalah sepintar-pintarnya Anda, Anda tidak akan bisa menguasai semua pengetahuan di seluruh di dunia. Seperti yang dikatakan pendiri Mayo clinic, Mayo Brothers, kebutuhan pasien adalah yang utama," tutur Thomas.

Ketika tenaga medis sudah menjiwai kata-kata bahwa kebutuhan pasien adalah yang utama, menurut Thomas, pasti mereka akan menuju ke pelayanan terintegrasi secara menyeluruh, suka atau tidak. Thomas menambahkan pada dasarnya pelayanan kesehatan yang seperti itu sangat bermanfaat bagi pasien.

Sebab, pelayanan terintegrasi bisa memberi harapan dan sumbangsih kesehatan pada pasiennya melalui edukasi dan perawatan. Lebih jauh lagi, Thomas yang juga seorang kardiolog ini memaparkan beberapa hal yang diharapkan pasien dari pelayanan terintegrasi.

"Pasien berharap paling penting dia punya akses terhadap pelayanan kesehatan itu, titik masuk pasien harus mudah diakses. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan juga tidak terburu-buru, komprehensif, dan fokus," jelas Thomas.

Pada pelayanan terintegrasi, pasien juga membutuhkan pemeriksaan yang bisa menunjang kondisinya. Sementara itu, saling tebak di antara tim dokter adalah hal terburuk dalam menentukan diagnosa pasien.

"Jadi pasien butuh integrasi dari mulai masuk sampai penanganannya. Kalau pasien susah mengakses, maka itu akan jadi kenangan buruk dan tak terlupakan," pungkas Thomas.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads