Saat terjadi penyumbatan di pembuluh darah di otak dan tidak segera diatasi, maka akan menurunkan bahkan menghancurkan fungsi sosial, okupasi, fisik, dan mental penderitanya.
"Oleh karena itu penanganannya tidak hanya dilakukan oleh satu dokter saja. Tapi semua tim dokter seperti ahli saraf, gizi, jantung, penyakit dalam, rehabilitasi medik, dan lainnnya," kata dr Herianto SpS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penuturan dr Herianto dibenarkan perwakilan Mayo Clinic yang turut hadir di acara itu, Thomas Behrenbeck, M.D, Ph.D, FACCP. Ia mengatakan di masa lalu, dokter hanya bekerja sendiri untuk menangani pasiennya. Sekarang pun, diakui Thomas masih banyak dokter spesialis yang berpikir seperti itu.
"Masalahnya adalah sepintar-pintarnya Anda, Anda tidak akan bisa menguasai semua pengetahuan di seluruh di dunia. Seperti yang dikatakan pendiri Mayo clinic, Mayo Brothers, kebutuhan pasien adalah yang utama," tutur Thomas.
Ketika tenaga medis sudah menjiwai kata-kata bahwa kebutuhan pasien adalah yang utama, menurut Thomas, pasti mereka akan menuju ke pelayanan terintegrasi secara menyeluruh, suka atau tidak. Thomas menambahkan pada dasarnya pelayanan kesehatan yang seperti itu sangat bermanfaat bagi pasien.
Sebab, pelayanan terintegrasi bisa memberi harapan dan sumbangsih kesehatan pada pasiennya melalui edukasi dan perawatan. Lebih jauh lagi, Thomas yang juga seorang kardiolog ini memaparkan beberapa hal yang diharapkan pasien dari pelayanan terintegrasi.
"Pasien berharap paling penting dia punya akses terhadap pelayanan kesehatan itu, titik masuk pasien harus mudah diakses. Dengan begitu, pelayanan yang diberikan juga tidak terburu-buru, komprehensif, dan fokus," jelas Thomas.
Pada pelayanan terintegrasi, pasien juga membutuhkan pemeriksaan yang bisa menunjang kondisinya. Sementara itu, saling tebak di antara tim dokter adalah hal terburuk dalam menentukan diagnosa pasien.
"Jadi pasien butuh integrasi dari mulai masuk sampai penanganannya. Kalau pasien susah mengakses, maka itu akan jadi kenangan buruk dan tak terlupakan," pungkas Thomas.
(/up)











































