Penting! Lakukan Langkah Pertama Ini Setelah Digigit Anjing

Penting! Lakukan Langkah Pertama Ini Setelah Digigit Anjing

Tsalis Annisa - detikHealth
Kamis, 03 Okt 2013 14:04 WIB
Penting! Lakukan Langkah Pertama Ini Setelah Digigit Anjing
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Selama tahun 2009, Bali mencatat sebanyak 28 korban jiwa karena rabiea diikuti dengan peningkatan jumlah korban jiwa pada tahun 2010 sebanyak 82 orang, dan angka ini terus bertambah hingga 152 kasus per tahun. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat mengenai rabies dan cara penangannya.

"Penting mengenal rabies, jika digigit harus ada tindakan cepat seperti dicuci pakai detergen atau sabun selama 10 sampai 15 menit. Karena kalau sudah ada gejala rabies pada manusia maka akan meninggal," kata dr. Andi Muhardi, Direktur Pengendalian Penyakit Binatang di acara sarasehan SEHATi Bicara, di Hotel JW Marriot, Jalan Lingkar Mega Kuningan Kav. E12 No. 1/2, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (03/10/2013).

Andi juga menambahkan bahwa tindakan pertama ini sangat harus dilakukan untuk menurunkan tingkat kematian. Rabies adalah penyakit menular akut yang menyerang susunan saraf pusat dan dapat mengakibatkan kematian. Rabies disebabkan oleh virus dan dapat mengakibatkan kematian. Rabies disebabkan oleh virus yang menyerang binatang berdarah panas dan manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Virus penyebab rabies adalah virus lyssa dari golongan Rhabdovirus. Virus ini terdapat dalam air liur hewan penular rabies. Rabies ditularkan melalui gigitan, cakaran dan jilatan hewan yang menderita rabies, di mana virus rabies terdapat dalam air liur hewan.

"Virus rabies ini bentuknya seperti peluru tapi sangat kecil, dan dia itu diselimuti lapisan lemak. Jadi perlu sekali untuk dicuci pakai deterjen atau sabun agar lapisan lemak dan virusnya itu hilang," ujar Andi.

Andi juga menjelaskan bagaimana cara untuk membersihkan luka bekas gigitan anjing, pertama adalah dengan mencuci bekas luka dengan air mengalir dan deterjen atau sabun selama 10 sampai 15 menit.

Setelah itu perlu diberikan betadine atau antiseptik lainnya, lalu lakukan penyuntikan vaksin anti rabies, dan jika diperlukan atau jarak luka gigitan dekat dengan otak, bisa diberikan serum anti rabies.

"Perlu diperhatikan juga jangan ditutup lukanya, ataupun dijahit. Kenapa? Karena virus itu hidup di ruang-ruang kosong dan tertutup. Jadi jangan dijahit. Kecuali jika diperlukan bisa diberi jahitan situasi," jelas Andi.

Andi menegaskan langkah pertama serta suntikan anti rabies setelah digigit sangatlah penting dan jangan sampai menunggu hingga timbul gejala. Karena jika sudah timbul gejala, penderita tidak akan selamat.

"Kalau sudah timbul gejala itu justru yang bahaya. Sudah pasti tidak akan selamat alias meninggal," ujar Andi.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads