Katarak Memang Bisa Bikin Buta, Tapi Bukan Buta Permanen

Katarak Memang Bisa Bikin Buta, Tapi Bukan Buta Permanen

Tsalis Annisa - detikHealth
Kamis, 10 Okt 2013 09:06 WIB
Katarak Memang Bisa Bikin Buta, Tapi Bukan Buta Permanen
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Mungkin kebanyakan orang yang mengalami katarak akan berpikir bahwa mereka tidak akan bisa melihat lagi dan akan menjadi buta selamanya. Padahal yang sesungguhnya tidak demikian. Seseorang yang terkena katarak bisa diobati dan direhabilitasi.

"Katarak itu bukan buta permanen dan dapat diobati, tapi sayangnya justru tidak banyak orang yang tahu itu," kata Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM (K), Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Hal ini disampikan pada acara SOHO #BetterU: Hari Penglihatan Sedunia, di Hotel Amaris Thamrin, Jalan Thamrin Boulverd, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (10/10/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katarak masih menjadi penyebab kebutaan terbanyak. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai katarak.

"Lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati. Harusnya ini tidak perlu terjadi karena kebutaan ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa rutin kesehatan mata," kata Nila.

Tidak hanya itu, dalam hal penyakit katarak, penumpukan penderita katarak cukup tinggi karena daya jangkau pelayanan operasi yang masih rendah, kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga dan fasilitas pelayanan mata.
Nila juga mengatakan bahwa pengobatan mata katarak saat ini sudah sangat canggih, tidak seperti beberapa tahun lalu.

"Dulu sekali itu yang namanya operasi katarak, orang setelah dioperasi harus pakai kacamata yang tebalnya setebal bagian bawah botol. Kalau sekarang tidak perlu begitu. Tinggal diambil kataraknya, diukur ukuran lensa matanya, lalu dimasukin lensanya ke dalam mata," kata Nila.

Nila mengatakan bahwa dengan menggunakan metode operasi katarak yang demikian, pasien bahkan dapat melihat kembali jauh lebih jernih dari sebelumnya, dan jika mata pasien minus, minus tersebut dapat berkurang atau bahkan hilang.

Dan bagi orang yang menderita katarak dan kesulitan biaya, Perdami melakukan bakti sosial guna mengobati para penderita katarak.



(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads