Kamis, 10 Okt 2013 12:01 WIB

Jangan Asal Hitam dan Murah Saat Pilih Kacamata untuk Hindari Matahari

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Melindungi mata dari sengatan langsung sinar matahari itu penting. Sebab sinar ultraviolet di Indonesia bisa mempengaruhi penglihatan. Kacamata adalah salah satu cara menghindari sinar ultraviolet. Tapi ingat ya, jangan asal hitam atau karena pertimbangan murah saja saat membeli kacamata.

"Ya maka dari itu kita jangan sampai asal beli kacamata. Asal murah, bagus, lantas beli. Perhatikan kacamata itu kan juga ada standarisasinya. Tidak harus hitam, bening pun bisa tidak tembus ultraviolet, asal sesuai standar. Ada yang hitam hanya redup saja tapi sinar uv-nya tembus," tutur dr Johan A. Hutauruk, SpM di Hotel Amaris Thamrin City dalam acara Hari Penglihatan Sedunia, dan ditulis pada Kamis (10/09/2013).

Akan sia-sia jika seseorang memakai kacamata hitam namun tidak bisa menghalau sinar ultraviolet. Mata memang terasa adem karena kacamata hitam, namun sayang sekali jika sinar ultraviolet masih bisa menembus ke mata.

dr Johan menjelaskan kacamata yang bagus adalah yang telah memiliki sertifikat dan memiliki tanda sesuai standardisasi tiap negara. Misalnya saja di Amerika, jika kacamata tercantum FDA, artinya sudah dilakukan tes oleh FDA terhadap kacamata tersebut. Lalu di Indonesia akan tercantum SNI jika sudah sesuai standar.

"Kalau sudah ada itu berarti dia enggak bisa bohong. Karena kalau tidak kan dicabut izinnya, dan kalau enggak ada itu bisa aja dia kacamata bohongan," jelas dr Johan.

Selain itu, dr Johan juga menegaskan tingginya polusi di Indonesia menjadi penyebab masalah mata merah atau iritasi yang sering dialami oleh masyarakat. Hal ini sebenarnya tidak akan bertambah buruk atau membahayakan jika ditangani dengan tepat.

"Sayas udah sering lihat sendiri, orang tetes mata pakai daun sirih. Dia giling sendiri itu terus dia tetes, malah jamur. Karena rupanya di daun sirih itu ada daun tumbuh. Jadi jamurnya yang hidup bukan bakterinya yang mati, daunnya yang di dalam daun sirih itu yang hidup. Itu yang bahaya. Jadi solusi tepatnya, tetes saja biasa pakai air mata buatan atau tetes mata steril, siapa tahu iratasi. Dua sampai tiga hari ga sembuh, ke puskesmas," papar dr Johan.



(vit/mer)
News Feed