Mungkin tidak terbayangkan sebelumnya oleh pria asal China ini, bahwa ternyata warna gelap di sebagian gusinya ini merupakan kanker melanoma dengan jenis yang sangat langka. Tidak diketahui sejak kapan pria ini mulai merasakan ada yang tidak beres dengan gusinya.
Menurut sebuah laporan baru, kanker melanoma biasanya terjadi pada kulit. Namun pria usia 45 tahun ini mendapatkan gusi bagian atasnya mengalami perubahan warna gelap, yang ternyata merupakan sebuah kanker melanoma yang sangat langka.
"Ini adalah melanoma dengan jenis yang sangat langka dan luar biasa," kata Dr Susan Muller, profesor bedah kepala dan leher di Emory University, dikutip dari Live Science, Kamis (10/09/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melanoma adalah kanker melanosit, sel yang menghasilkan pigmen warna kulit. Ini adalah jenis yang paling umum dari kanker kulit, tapi justru salah satu kanker yang paling berbahaya dan tidak dapat terdeteksi sejak awal.
Sel melanosit ada di beberapa bagian tubuh lainnya, seperti mata, sinus, dan mulut, tapi fungsi mereka di tempat-tempat ini tidak jelas.
"Pada titik ini, kami tidak tahu. Pertama, mengapa ada melanosit di mulut, dan kedua, apa yang membuat sel-sel menjadi buruk dan ganas," kata Susan.
Susan dan rekan-rekannya sebelumnya melihat orang-orang dengan melanoma di daerah kepala dan leher yang dirawat di Emory University dan rumah sakit afiliasi. Selama periode 20 tahun, dan mereka menemukan 22 orang yang memiliki melanoma pada sinus, dan hanya delapan orang yang memiliki melanoma di mulut. Penelitian mereka tersebut diterbitkan dalam jurnal Oral Onkologi pada tahun 2008.
Susan sendiri tidak mengetahui mengapa kanker tersebut dapat tumbuh di rahang atas pasien dan atap mulut.
Daerah gusi yang berpigmen gelap pada pria asal China tersebut berukuran sekitar lebar 0,5 inci, panjang 1,5 inci (1,5 cm dan 4 cm). Ketika biopsi menunjukkan lesi gelap tersebut, memang dokter kanker mengangkat tidak hanya gusi tetapi juga bagian rahang atas pria tersebut.
Dalam kasus pria ini, dokter telah menindaklanjutinya enam bulan kemudian dengan memeriksa apakah kanker pria tersebut kembali. Syukurlah dokter tidak menemukan tanda-tanda kanker tersebut tidak kembali.
Pigmentasi di mulut memang tidak jarang dan dapat disebabkan ole berbagai hal. Susan mengingatkan meskipun bintik-bintik gelap di mulut mungkin terlihat seperti melanoma, mereka biasanya jinak.
Mengobati melanoma yang terjadi di kepala dan leher sangat menantang. Ketika mengeluarkan tumor apapun, dokter akan menghapus area cukup besar dari jaringan di sekitar kanker untuk menurunkan kemungkinan sel-sel kanker akan tetap tumbuh dalam tubuh. Dan ini akan menjadi masalah jika kanker tersebut terjadi di daerah kepala dan leher, kata Susan pada Laporan Kasus Medis Oddest.
"Jika Anda memiliki kanker di hati, mereka akan mengangkat hati Anda. Tetapi jika Anda memiliki kanker di kepala, tidak mungkin kepala Anda dapat diangkat," kata Susan.
Terlebih lagi, melanoma di daerah kepala dan leher yang tidak responsif terhadap kemoterapi yang digunakan untuk melanoma kulit.
Tantangan lain dalam mengobati beberapa kasus adalah bahwa melanoma mungkin tersembunyi dari pandangan. Ketika itu terjadi pada sinus, akan sulit untuk melihatnya. Namun melanoma di mulut dapat terdeteksi dini, oleh dokter gigi atau pasien.
Lalu, haruskah seseorang melakukan pemeriksaan mulut bersamaan dengan kulit mereka untuk melihat tanda-tanda awal melanoma?
"Tidak, perlu. Kanker mulut risikonya jauh lebih tinggi. Kasus ini adalah untuk mengingatkan bahwa melanoma bisa terjadi dalam rongga mulut, tapi itu peristiwa yang sangat langka," ujar Susan.
Namun, meskipun penyakit kanker melanoma pada mulut jarang sekali terjadi, tidak ada salahnya untuk menjaga kesehatan dengan mulai hidup sehat. Tidak meminum minuman beralkohol, dan terutama tidak merokok. Sebagaimana kita ketahui, merokok juga dapat menyebabkan kanker dan salah satunya adalah kanker mulut.
(/)










































