"Jangan panik dan jangan malu bertanya pada dokter apa langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi penyakit ini. Nanti dokter juga akan menjelaskan sehingga kita tahu langkah paling tepat," jelas dr Martha Roida Manurung, dari Instalasi Deteksi Dini dan Onkologi Sosial RS Kanker Dharmais.
"Setelah kita melakukan penanganan yang tepat melalui pengobatan, jangan lupa juga perlu dukungan dari lingkungan sekitar, itu penting. Kalau masalah biaya memang itu besar sekali ya," lanjut dr Martha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tidak panik dan banyak bertanya pada dokter ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan:
1. Miliki 'breastfriend'
"Breastfriend' adalah sebutan untuk orang terdekat yang bisa membantu pasien melewati perjuangan melawan kanker payudara. Breastfriend bisa mendampingi pasien saat konsultasi ke dokter dan menjalani pengobatan. Ia juga ikut mengingat apa pesan dan nasihat dokter serta menenangkan emosi pasien selama melakukan pengobatan.
2. Dapatkan informasi sebanyak mungkin
Tak ada salahnya mengumpulkan banyak informasi agar pasien bisa lebih memahami penyakitnya. Tapi agar info yang didapat akurat jangan lupa konfirmasikan pada dokter yang menangani.
3. Kumpulkan catatan medis
Semua hasil pemeriksaan laboratorium, jadwal konsultasi dokter dan catatan medis sebaiknya disimpan dalam satu tempat. Hal ini memudahkan pasien dan breastfriend mengidentifikasi hal-hal yang tidak jelas dan perlu ditanyakan ke dokter.
4. Bergabung dengan kelompok
Dengan bergabung di kelompok survivor kanker payudara, pasien bisa mendapat masukan dari mereka yang sudah pernah mengalami kanker payudara atau kanker lainnya.
(/up)










































