Jumat, 18 Okt 2013 15:16 WIB

Jika Kalsium Tak Diperhatikan, Hati-hati Osteoporosis Hingga Patah Tulang

- detikHealth
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Osteoporosis adalah pengeroposan atau penyakit pada tulang yang ditandai dengan menurunnya massa tulang. Umumnya penyakit ini dianggap sebagai penyakit orang tua. Padahal risiko osteoporosis juga bisa menyerang orang dewasa muda jika gaya hidup dan kalsium sangat kurang diperhatikan.

Saat terjadi osteoporosis, tidak hanya pengeroposan pada tulang dan tulang menjadi rapuh serta menipis, tapi juga bisa sampai patah tulang. Patah tulang ini bisa terjadi di bagian tulang belakang, pinggul serta sendi-sendi seperti pergelangan tangan atau kaki.

"Osteoporosis itu silent disease. Kalau seperti sakit maag itu kan bisa ada tandanya perut sakit dan sebagainya. Tapi kalau osteoporosis itu tahu-tahu tulang sudah keropos, tahu-tahu tulang sudah patah, dan patah tulang akibat ostoporosis ini merupakan penyebab fatal kelumpuhan dan kematian," ujar Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MSc. MS. Sp.GK.

Hal tersebut disampaikan pada acara media launch 'Fonterra Brands Indonesia Dukung Penuh Komitmen Jakarta Bebas Osteoporosis', di The Cone, FX Lifestyle Center, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013).

dr Fiastuti menjelaskan mengapa patah tulang pada osteoporosis bisa menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. "Kalau osteoporosis itu kan titik patahnya itu ada tiga, tulang bagian belakang ini, tulang pinggul, pergelangan atau persendian kita. Kalau yang patah itu pinggul kan kita jadi lumpuh, harus di kursi roda, kalau di bagian belakang ini kan semua saraf ngumpul, kalau sampai di situ yang kena ya kita nggak bisa apa-apa lagi," terangnya.

Risiko osteoporosis ada yang bisa dicegah dan ada yang tidak. dr Fiastuti menyebutkan bahwa risiko osteoporosis yang tidak dapat dicegah adalah usia, gender, ras Asia dan Kaukasia. Sedangkan risiko yang dapat dicegah adalah dengan pola makan sehat, konsumsi makanan yang mengandung cukup kalsium dan vitamin D.

Selain itu, dr Fiastuti juga mengatakan bahwa sebaiknya berat badan seseorang tidak kurang atau berlebih. Karena pada orang dengan berat badan yang kurang dari ideal beban tubuhnya, risiko osteoporosis akan lebih tinggi. Sedangkan pada orang gemuk, pasti akan ada usaha untuk menurunkan berat badan dan tidak sedikit yang melakukan dengan cara yang salah, sehingga berisiko membawa kalsium keluar lebih banyak.

"Kenapa kalau orang yang gemuk itu juga bisa kena osteoporosis, karena seringnya kan mereka inginnya ya cepat kurus. Akhirnya dietnya enggak benar, ada yang minum obat kurusin badan. Ada juga yang sekarang itu kan, tidak makan atau puasa, makananya beberapa jam aja, bisa kurus, tapi kalsiumnya itu dibawa terus keluar. Akhirnya kepadatan tulang menurun, kena risiko osteoporosis," tuturnya.

dr Fiastuti mengatakan bahwa setela usia 30 tahun ke atas kepadatan tulang akan menurun, pengeroposan tulang bahkan meningkat tajam setelah usia 50 tahun untuk perempuan. Jadi baiknya sebelum itu sudah harus banyak konsumsi kalsium, agar kelak sudah memiliki tabungan.

Agar tidak terkena risiko osteoporosis dini, dr Fiastuti menyarankan agar setiap orang sejak dini menjaga kesehatan tulangnya dengan mengkonsumsi makanan kaya kalsium dan vitamin D, minum susu, olahraga dan mulai hidup sehat.

"Seperti konsumsi ikan dengan tulangnya, ikan teri itu bagus untuk tulang, banyak kalsiumnya. Minyak ikan salmon, mackerel, susu, keju, telur, sayuran hijau, dan jangan lupa sempatkan terpapar sinar matahari selama 10-15 menit di pagi hari atau sore jam 4. Olahraga juga harus yang weight bearing, ada hentakan, jadi kalsiumnya bisa masuk ke tulang. Bukan olahraga berenang ya," kata dr Fiastuti.

(vit/up)