"Penyakit ini kalau ditemukannya dini sekali, pasien bisa sembuh 100 persen. Tapi problemnya, pasien-pasien kita biasanya datang berobat pada stadium yang sudah lanjut atau stadium 4," ujar dr Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD-KHOM, dokter spesialis penyakit dalam, divisi hematologi dan onkologi medik RS Kanker Dharmais.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara konferensi pers 'Philips Mom2Mom Talk: Selamatkan Nyawa Dengan Deteksi Dini', yang diselenggarakan di The Cone fX Sudirman, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Selasa (22/10/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan mudah melalui 'Sadari' di rumah, mamografi, dan pemeriksaan klinis payudara di rumah sakit. dr Ronald menyarankan wanita untuk melakukan mamografi setiap 1-2 tahun sekali mulai usia 50 tahun dan 'Sadari' setiap bulannya mulai pada usia 20 tahun.
Sadari dapat dilakukan di rumah dengan cara berdiri di depan cermin dan meraba seluruh permukaan payudara. Perhatikan apakah ada benjolan atau perubahan bentuk dan ukuran pada payudara. dr Ronald menekankan pentingnya mengenali segala bentuk benjolan yang memang sebelumnya tak pernah ada di payudara Anda.
Selain sambil berdiri, pemeriksaan ini juga dapat dilakukan sambil berbaring. Perhatikan bagian atas payudara yang berada di dekat ketiak karena di situlah banyak ditemukan tumor payudara. Jika memang ditemukan benjolan apapun dan terasa ada perubahan, segera konsultasikan dengan dokter.
(ajg/)










































