Topeng Monyet Banyak yang Infeksi Gusi, Dikhawatirkan Rabies

Topeng Monyet dan Penyakitnya

Topeng Monyet Banyak yang Infeksi Gusi, Dikhawatirkan Rabies

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Senin, 28 Okt 2013 15:00 WIB
Topeng Monyet Banyak yang Infeksi Gusi, Dikhawatirkan Rabies
Ilustrasi (dok: detikFoto)
Jakarta -

Monyet-monyet yang dipekerjakan untuk pertunjukan topeng monyet banyak yang dicabut taringnya dengan paksa. Banyak pula yang mengalami infeksi gusi karenanya, dan dikhawatirkan bisa tertular maupun menularkan rabies.

Temuan itu diungkap oleh Benfica, aktivis Jakarta Animal Aid Network (JAAN) dalam perbincangan dengan detikHealth baru-baru ini. Sejak tahun 2011 hingga 2012, JAAN telah memeriksa 40 ekor monyet. Memang belum ditemukan ada yang terinfeksi rabies, namun risiko tersebut perlu diwaspadai.

"Dari 40 monyet itu, 60 persen mengalami infeksi gusi. Dikhawatirkan, ini bisa menuju ke rabies juga," kata Benfica alias Iben, seorang aktivis JAAN, seperti ditulis pada Senin (28/10/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infeksi gusi tersebut umumnya disebabkan oleh pencabutan taring secara paksa, dengan tujuan agar monyet-monyet itu tidak menggigit saat dilatih maupun tampil dalam pertunjukan topeng monyet. Banyak di antaranya mengalami infeksi, tidak hanya gusi tetapi bahkan sampai rongga mulutnya.

Infeksi rabies sendiri sebagian besar ditularkan melalui gigitan anjing yang terinfeksi. Oleh karenanya, rabies dikenal juga dengan nama penyakit anjing gila. Hanya sebagian kecil saja yang ditularkan oleh binatang lainnya, seperti kelelawar, kucing dan monyet itu sendiri.

Sekali terinfeksi, manusia maupun hewan penular rabies akan menghadapi risiko kematian hingga 100 persen. Satu-satunya cara mencegah kematian adalah dengan memberikan vaksin anti rabies sebelum virus lyssa penyebab rabies menyebar hingga mencapai otak dan sumsum tulang belakang.

Soal risiko penularan rabies dari monyet ke manusia, hal itu dibenarkan oleh peneliti primata dari Institut Pertanian Bogor, Dr drh Joko Pamungkas, MSc. Bukan hanya monyet, melainkan bisa juga ditularkan oleh hewan-hewan lain yang menjadi reservoir bagi virus rabies.

"Rabies itu sebetulnya ditularkan melalui hewan penular. Semua hewan berdarah panas bisa menularkan rabies, seperti anjing, kucing, dan monyet," kata Dr Joko.

Sementara itu, pemerintah DKI Jakarta dalam sepekan terakhir telah merazia 21 ekor monyet yang dipekerjakan untuk topeng monyet. Monyet-monyet tersebut telah dikarantina dan menjalani sejumlah pemeriksaan, termasuk TBC, rabies dan hepatitis.

"Jadi bukan cuma diperiksa TBC, hepatitis, dan rabies. Itu cuma sebagian di antaranya," kata drh V Aswindrastuti, Kepala Balai Kesehatan Hewan dan Ikan yang menangani monyet-monyet hasil razia.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads