1. Seorang pria ciptakan lengan prostetik selama 8 tahun
Sun Jifa (Foto: huffingtonpost)
|
Seorang petani asal China bernama Sun Jifa menghabiskan waktu hingga 8 tahun untuk menciptakan sepasang lengan prostetik setelah ia kehilangan kedua tangannya dalam sebuah kecelakaan.
Kekurangan dana untuk membeli lengan prostetik, Jifa awalnya menggunakan model lengan berkualitas rendah yang tidak dapat bekerja dengan baik. Hingga akhirnya Jifa memutuskan untuk membuat lengan barunya sendiri.
Sepasangan lengan besi bionik yang dibuat Jifa selama 8 tahun itu memudahkannya mengambil perkakas hingga menyalakan rokok. Namun karena tak bisa kembali ke ladang, kini Jifa bertahan hidup dengan menjual organ prostetik untuk pasien amputasi lainnya dengan harga miring.
2. Lengan robot yang dikendalikan gelombang otak buatan remaja
Easton LaChappelle (Foto: The White House)
|
Di usianya yang baru 17 tahun, Easton LaChappelle menciptakan sebuah lengan prostetik robot yang sepenuhnya dikendalikan oleh otak melalui sebuah helm yang dirancang khusus. Karena ciptaannya itu, LaChappelle memenangkan perjalanan ke NASA.
Tak hanya itu, LaChappelle juga menggondol juara kedua dalam even nasional Intel International Science and Engineering Fair dan diajak berkunjung ke Gedung Putih dimana Presiden Obama menginspeksi lengan prostetik buatannya secara langsung. Baru-baru ini LaChappelle juga diberi kesempatan magang di program Robonaut milik NASA.
3. Jari prostetik yang dibuat dari onderdil sepeda
Colin Macduff (Foto: barcroft)
|
Pasca kehilangan satu jari akibat kecelakaan saat latihan menembak, Colin Macduff diberitahu dokter ia harus membiasakan diri untuk hidup selamanya hanya dengan 9 jari. Alih-alih mendengarkan, Macduff memutuskan untuk membuat jari prostetiknya sendiri, dari onderdil sepeda.
Untuk menciptakan prostetik pengganti jari tengahnya, pria yang juga penggemar bersepeda dan mantan tukang las ini mulai memotong stang sepedanya menjadi dua bagian. Inilah yang jadi cikal-bakal jari prostetiknya.
Saking suksesnya, Macduff juga membuatkan organ prostetik untuk para pelanggan yang mengalami cedera serupa dengannya. Masing-masing dari jari prostetik itu dibuat dalam kurun 10-12 minggu dengan mencontoh salinan cetakan tangan pelanggan.
4. Kaki prostetik yang dibuat dari lego
Christina Stephens (Foto: moresay)
|
Christina Stephens memutuskan untuk membuat kaki baru dengan Lego setelah rekan-rekannya menantangnya. "Saya menyukai ide itu karena saya sangat nyaman dengan tubuh saya dan saya juga suka mendorong orang lain agar lebih nyaman dengan dirinya sendiri," katanya.
Stephens kehilangan salah satu kakinya dalam tabrakan mobil di tahun 2012. Sejak saat itu, kisah hidupnya didokumentasikan dalam akun berbagi YouTube. Ini bertujuan agar para pasien amputasi tak kehilangan kepercayaan diri. Dan tentu saja kaki prostetik dari lego yang dibuatnya tak bisa berfungsi layaknya organ prostetik yang sebenarnya.
Setidaknya video Stephens saat membuat kaki Lego ini telah dilihat lebih dari 1,5 juta kali.
5. Tangan prostetik yang dicetak dengan Printer 3D
Robohand (Foto: cbsnews)
|
Ditemukannya printer 3D memudahkan banyak orang untuk membuat berbagai hal, mulai dari telinga bionik hingga senjata api. Seorang perancang special effect dan pembuat boneka pun menggunakan teknologi yang sama untuk menciptakan sebuah cetak biru tangan prostetik yang dapat diunduh dan diberi nama 'Robohand'.
Robohand ciptaan Ivan Owen ini dapat dibuat dengan menggunakan berbagai jenis printer 3D. Harganya tentu jauh di bawah organ prostetik yang sebenarnya. Terbuat dari plastik tahan lama yang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian oleh printer dan disambung kembali demi membentuk sebuah tangan, 'Robohand' tak ubahnya seperti mainan plastik.
Owen mengaku terinspirasi setelah seorang wanita menghubunginya untuk membuatkan tangan prostetik bagi anak laki-lakinya yang mengalami amputasi.
Seorang petani asal China bernama Sun Jifa menghabiskan waktu hingga 8 tahun untuk menciptakan sepasang lengan prostetik setelah ia kehilangan kedua tangannya dalam sebuah kecelakaan.
Kekurangan dana untuk membeli lengan prostetik, Jifa awalnya menggunakan model lengan berkualitas rendah yang tidak dapat bekerja dengan baik. Hingga akhirnya Jifa memutuskan untuk membuat lengan barunya sendiri.
Sepasangan lengan besi bionik yang dibuat Jifa selama 8 tahun itu memudahkannya mengambil perkakas hingga menyalakan rokok. Namun karena tak bisa kembali ke ladang, kini Jifa bertahan hidup dengan menjual organ prostetik untuk pasien amputasi lainnya dengan harga miring.
Di usianya yang baru 17 tahun, Easton LaChappelle menciptakan sebuah lengan prostetik robot yang sepenuhnya dikendalikan oleh otak melalui sebuah helm yang dirancang khusus. Karena ciptaannya itu, LaChappelle memenangkan perjalanan ke NASA.
Tak hanya itu, LaChappelle juga menggondol juara kedua dalam even nasional Intel International Science and Engineering Fair dan diajak berkunjung ke Gedung Putih dimana Presiden Obama menginspeksi lengan prostetik buatannya secara langsung. Baru-baru ini LaChappelle juga diberi kesempatan magang di program Robonaut milik NASA.
Pasca kehilangan satu jari akibat kecelakaan saat latihan menembak, Colin Macduff diberitahu dokter ia harus membiasakan diri untuk hidup selamanya hanya dengan 9 jari. Alih-alih mendengarkan, Macduff memutuskan untuk membuat jari prostetiknya sendiri, dari onderdil sepeda.
Untuk menciptakan prostetik pengganti jari tengahnya, pria yang juga penggemar bersepeda dan mantan tukang las ini mulai memotong stang sepedanya menjadi dua bagian. Inilah yang jadi cikal-bakal jari prostetiknya.
Saking suksesnya, Macduff juga membuatkan organ prostetik untuk para pelanggan yang mengalami cedera serupa dengannya. Masing-masing dari jari prostetik itu dibuat dalam kurun 10-12 minggu dengan mencontoh salinan cetakan tangan pelanggan.
Christina Stephens memutuskan untuk membuat kaki baru dengan Lego setelah rekan-rekannya menantangnya. "Saya menyukai ide itu karena saya sangat nyaman dengan tubuh saya dan saya juga suka mendorong orang lain agar lebih nyaman dengan dirinya sendiri," katanya.
Stephens kehilangan salah satu kakinya dalam tabrakan mobil di tahun 2012. Sejak saat itu, kisah hidupnya didokumentasikan dalam akun berbagi YouTube. Ini bertujuan agar para pasien amputasi tak kehilangan kepercayaan diri. Dan tentu saja kaki prostetik dari lego yang dibuatnya tak bisa berfungsi layaknya organ prostetik yang sebenarnya.
Setidaknya video Stephens saat membuat kaki Lego ini telah dilihat lebih dari 1,5 juta kali.
Ditemukannya printer 3D memudahkan banyak orang untuk membuat berbagai hal, mulai dari telinga bionik hingga senjata api. Seorang perancang special effect dan pembuat boneka pun menggunakan teknologi yang sama untuk menciptakan sebuah cetak biru tangan prostetik yang dapat diunduh dan diberi nama 'Robohand'.
Robohand ciptaan Ivan Owen ini dapat dibuat dengan menggunakan berbagai jenis printer 3D. Harganya tentu jauh di bawah organ prostetik yang sebenarnya. Terbuat dari plastik tahan lama yang kemudian dipotong menjadi beberapa bagian oleh printer dan disambung kembali demi membentuk sebuah tangan, 'Robohand' tak ubahnya seperti mainan plastik.
Owen mengaku terinspirasi setelah seorang wanita menghubunginya untuk membuatkan tangan prostetik bagi anak laki-lakinya yang mengalami amputasi.
(vit/vit)