5 Kisah Diet Tersukses, Semula Bertubuh Tambun Kini Berotot Kekar

5 Kisah Diet Tersukses, Semula Bertubuh Tambun Kini Berotot Kekar

- detikHealth
Rabu, 06 Nov 2013 13:01 WIB
5 Kisah Diet Tersukses, Semula Bertubuh Tambun Kini Berotot Kekar
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

1. Joanna Rainey, Semula Obesitas Kini Jadi Juara Binaraga

Foto: Daily Mail
Joanna Rainey (45) berhasil menjadi juara binaraga setelah berhasil menurunkan berat badan sebanyak 57 kg dan ukuran pakaiannya pun berkurang dari nomor 20 menjadi 8.

Joanna yang sudah memiliki 5 orang anak ini mulai berpikir untuk diet setelah dokter secara terus terang mengatakan bahwa ia mengalami obesitas. Ketika bercermin ia semakin menyadari betapa berlebih berat badan yang dimilikinya.

Untuk menurunkan berat badannya, Joanna pun mulai mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Pada awalnya, Joanna berhasil menurunkan berat badan melalui diet makanan saja, kemudian ia mulai bergabung dengan Fitness First dan bertemu pelatih pribadi Ryan Robinson yang mengubah hidupnya.

Tujuan pertama adalah ia mampu menyelesaikan lari 5 km dalam acara amal untuk mengenang ayahnya yang baru saja meninggal. Joanna berhasil finish dan ia mulai ketagihan untuk berolahraga. Beberapa minggu setelah itu teman-temanya di pusat kebugaran menyarankan ia untuk ikut kompetisi pembentukan tubuh. Ia pun merasa tertantang karena Joanna tidak pernah lagi menggunakan bikini di depan umum sejak ia berusia 17 tahun akibat berat badan berlebihnya.

Pada April 2011 saat usianya 43 tahun, Joanna mulai bersaing dalam kompetisi binaraga dan memenangkan World Bodybuilding and Physical Federation championship serta muncul dalam Northern Ireland Fitness Model Competition.

2. Mike Waudby, Semula Obesitas Kini Jadi Pelatih Fitness

Foto: Mirror
Pria yang berasal dari Hull, Inggris, ini mulai mengalami peningkatan berat badan yang tak terkendali pada saat usianya 21 tahun. Pada saat itu, bobotnya bahkan sudah mencapai 140 kg. Dengan bobot seberat itu, pekerjaannya sebagai penjaga mobil dan keamanan di sebuah supermarket mulai terganggu.

Namun bukannya berusaha untuk memperbaiki pola hidup, Mike yang kemudian menjadi pengangguran justru memilih untuk berdiam diri di rumah, makan apapun yang dimasak oleh ibunya, dan memesan minuman alkohol secara online. Ia mengaku sudah biasa minum sebotol wiski dan 6 kaleng bir setiap malam. Merasa kesepian, suatu malam Mike memutuskan untuk keluar rumah.

Namun yang didapat olehnya bukanlah suatu kesenangan, melainkan ejekan dan ucapan kasar dari orang-orang yang ia temui. Lelah ditertawakan, Mike kemudian memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Ia berhenti minum minuman beralkohol sama sekali dan mulai mau melakukan fitness.

"Setiap sesi latihan berakhir, kaus saya yang berukuran XXXXL selalu basah kuyup dan saya hanya bisa menatap perut sambil menangis. Tapi saya harus bangkit dan konsisten melakukannya. Setelah bekerja keras selama 18 bulan, latihan, dan menjauhi diri dari alkohol, bobot saya turun drastis. Meskipun begitu, sisa kulit yang berlebihan masih tampak buruk dan saya memutuskan untuk mengangkat kulit perut dan lengan atas," tutur Mike.

Dengan tetap melanjutkan latihan beban, otot-otot di tubuh Mike kini sudah semakin terbentuk. Ia bahkan dijuluki dengan 'Mr. Muscle' oleh teman-temannya. Tak hanya itu, Mike kini juga sudah memiliki seorang kekasih. Ingin bisa bermanfaat, Mike kini pun telah menjadi pelatih pribadi dan berharap bisa membantu orang lain yang mungkin memiliki masalah seperti yang ia alami sebelumnya untuk berjuang menurunkan berat badan dengan sehat.

3. Levoris 'Rere' Anderson, Semula Gemuk Kini Juara Bodybuliding

Foto: Daily Mail
Siapa bilang juara kompetisi seperti bodybuilding hanya bisa dimenangkan oleh orang yang sudah berbakat memiliki tubuh langsing? Levoris 'Rere' Anderson (45), dulunya memiliki tubuh dengan bobot 90 kg lebih, namun nyatanya kini ia berhasil menjuarai kompetisi bodybuilding.

Rere sangat menyukai makanan seperti bacon, telur yang dicampur keju, sosis, kue cokelat, dan keripik kentang. Akibat kebiasaannya ini, bobot Rere kian bertambah dan mencapai 90 kg lebih. Suatu hari Rere menghadiri acara wisuda adiknya dan mereka berfoto bersama. Di dalam foto, Rere merasa ia terlihat sangat gemuk. Tak ingin terus memperburuk kesehatan tubuhnya dan ingin tubuhnya semakin gemuk, Rere lantas memutuskan untuk berubah.

Langkah pertama Rere adalah berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan beberapa informasi terkait program dietnya. Setelah itu, Rere juga menemui temannya yang merupakan seorang pelatih bodybuilding. Dari situlah kemudian Rere melihat banyaknya peserta-peserta yang sedang antusias mengikuti sebuah kompetisi bodybuilding. Rata-rata mereka memiliki tubuh yang berotot dan terbentuk.

Saat itu bobot Rere berhasil turun menjadi 60 kg dengan persentase lemak tubuh sekitar 30 persen. Rere kemudian memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi bodybuilding. Baginya ini merupakan motivasi yang sangat besar untuk bisa hidup lebih sehat. Mengikuti usaha sebelumnya, Rere berhenti makan makanan manis dan camilan. Ia hanya mengonsumsi oatmeal, kue beras, dan sayuran.

4. Robert, Semula Gemuk Kini Jadi Kakek Berotot Kekar

Foto: Instagram
Robert, seorang kakek dari Kentucky, adalah bukti hidup bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Dia mulai berolahraga intens pada usia 56 ketika ia kelebihan berat badan dan tidak mampu berjalan tanpa tongkat. Kini, dia punya otot yang luar biasa meski kulitnya tak bisa menyembunyikan penuaan.

Dia memutuskan untuk mengubah hidupnya, bergabung dengan gym meskipun semua orang sangat skeptis terhadap kemampuannya. Pria yang kini berusia 64 tahun ini sangat bertekad untuk membuktikan bahwa semua orang salah dan tetap pergi ke gym secara teratur.

Tak lama setelah itu, ia menemukan sekelompok penggemar olahraga di YouTube, yang berolahraga di mana saja, tanpa menggunakan jenis peralatan khusus. Sejak itu, ia mencoba melakukannya, dengan latihan senam, cardio, angkat berat, atau olahraga apapun selama dua jam sehari.

Kakek yang dulu berjalan tertatih saat menjaga cucu-cucunya, kini dalam kondisi sangat baik dengan otot perut membentuk sixpacks. Dia bahkan mampu melakukan gerakan 'flag', yaitu latihan kekuatan yang mengharuskannya berpegang pada sebuah tiang vertikal dan tubuhnya sejajar ke tanah.

5. Hannah Willoughby, Semula Gemuk Kini Berotot Kencang

Foto: Barcroft
Beberapa bulan yang lalu berat badan Hannah Willoughby mencapai 108 kg. Saking beratnya, Hannah pernah ditolak naik kuda karena tubuhnya terlalu gemuk. Ia merasa sangat malu karena saat itu banyak keluarganya yang sedang berkumpul. Sejak saat itu, ia pun bertekad menurunkan berat badan.

Hannah Willoughby (39) makan sekitar 3.000 hingga 4.000 kalori setiap hari, yang berarti 1.500 kalori lebih tinggi dari asupan yang disarankan untuk pria rata-rata. Setelah dipermalukan pada acara tamasya keluarga, Hannah mulai bersemangat menurunkan berat badan lagi.

Setiap malam Hannah menyempatkan untuk berjalan kaki, yoga atau latihan aerobik lainnya selama 1 jam. Ia juga mengurangi porsi makannya dengan hanya makan 1.100 kalori tiap hari, menukar cokelat dan kue dengan salad.

Pada saat berat badannya sudah mencapai 76 kg, Hannah pun akhirnya memberanikan diri untuk menyambangi pusat kebugaran, di mana ia mulai mengenal angkat besi untuk pertama kalinya. Hannah bisa 6 kali seminggu mengunjungi pusat kebugaran. Dalam sebulan berat badannya bisa turun hingga 7 kg. Tak heran dalam 7 bulan saja, angka di timbangan Hannah sudah berkurang 50 kg. Lemak-lemak di tubuhnya sudah tidak ada, berganti dengan otot yang kencang.
Halaman 2 dari 6
Joanna Rainey (45) berhasil menjadi juara binaraga setelah berhasil menurunkan berat badan sebanyak 57 kg dan ukuran pakaiannya pun berkurang dari nomor 20 menjadi 8.

Joanna yang sudah memiliki 5 orang anak ini mulai berpikir untuk diet setelah dokter secara terus terang mengatakan bahwa ia mengalami obesitas. Ketika bercermin ia semakin menyadari betapa berlebih berat badan yang dimilikinya.

Untuk menurunkan berat badannya, Joanna pun mulai mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Pada awalnya, Joanna berhasil menurunkan berat badan melalui diet makanan saja, kemudian ia mulai bergabung dengan Fitness First dan bertemu pelatih pribadi Ryan Robinson yang mengubah hidupnya.

Tujuan pertama adalah ia mampu menyelesaikan lari 5 km dalam acara amal untuk mengenang ayahnya yang baru saja meninggal. Joanna berhasil finish dan ia mulai ketagihan untuk berolahraga. Beberapa minggu setelah itu teman-temanya di pusat kebugaran menyarankan ia untuk ikut kompetisi pembentukan tubuh. Ia pun merasa tertantang karena Joanna tidak pernah lagi menggunakan bikini di depan umum sejak ia berusia 17 tahun akibat berat badan berlebihnya.

Pada April 2011 saat usianya 43 tahun, Joanna mulai bersaing dalam kompetisi binaraga dan memenangkan World Bodybuilding and Physical Federation championship serta muncul dalam Northern Ireland Fitness Model Competition.

Pria yang berasal dari Hull, Inggris, ini mulai mengalami peningkatan berat badan yang tak terkendali pada saat usianya 21 tahun. Pada saat itu, bobotnya bahkan sudah mencapai 140 kg. Dengan bobot seberat itu, pekerjaannya sebagai penjaga mobil dan keamanan di sebuah supermarket mulai terganggu.

Namun bukannya berusaha untuk memperbaiki pola hidup, Mike yang kemudian menjadi pengangguran justru memilih untuk berdiam diri di rumah, makan apapun yang dimasak oleh ibunya, dan memesan minuman alkohol secara online. Ia mengaku sudah biasa minum sebotol wiski dan 6 kaleng bir setiap malam. Merasa kesepian, suatu malam Mike memutuskan untuk keluar rumah.

Namun yang didapat olehnya bukanlah suatu kesenangan, melainkan ejekan dan ucapan kasar dari orang-orang yang ia temui. Lelah ditertawakan, Mike kemudian memutuskan untuk mengubah pola hidupnya. Ia berhenti minum minuman beralkohol sama sekali dan mulai mau melakukan fitness.

"Setiap sesi latihan berakhir, kaus saya yang berukuran XXXXL selalu basah kuyup dan saya hanya bisa menatap perut sambil menangis. Tapi saya harus bangkit dan konsisten melakukannya. Setelah bekerja keras selama 18 bulan, latihan, dan menjauhi diri dari alkohol, bobot saya turun drastis. Meskipun begitu, sisa kulit yang berlebihan masih tampak buruk dan saya memutuskan untuk mengangkat kulit perut dan lengan atas," tutur Mike.

Dengan tetap melanjutkan latihan beban, otot-otot di tubuh Mike kini sudah semakin terbentuk. Ia bahkan dijuluki dengan 'Mr. Muscle' oleh teman-temannya. Tak hanya itu, Mike kini juga sudah memiliki seorang kekasih. Ingin bisa bermanfaat, Mike kini pun telah menjadi pelatih pribadi dan berharap bisa membantu orang lain yang mungkin memiliki masalah seperti yang ia alami sebelumnya untuk berjuang menurunkan berat badan dengan sehat.

Siapa bilang juara kompetisi seperti bodybuilding hanya bisa dimenangkan oleh orang yang sudah berbakat memiliki tubuh langsing? Levoris 'Rere' Anderson (45), dulunya memiliki tubuh dengan bobot 90 kg lebih, namun nyatanya kini ia berhasil menjuarai kompetisi bodybuilding.

Rere sangat menyukai makanan seperti bacon, telur yang dicampur keju, sosis, kue cokelat, dan keripik kentang. Akibat kebiasaannya ini, bobot Rere kian bertambah dan mencapai 90 kg lebih. Suatu hari Rere menghadiri acara wisuda adiknya dan mereka berfoto bersama. Di dalam foto, Rere merasa ia terlihat sangat gemuk. Tak ingin terus memperburuk kesehatan tubuhnya dan ingin tubuhnya semakin gemuk, Rere lantas memutuskan untuk berubah.

Langkah pertama Rere adalah berkonsultasi dengan psikiater untuk mendapatkan beberapa informasi terkait program dietnya. Setelah itu, Rere juga menemui temannya yang merupakan seorang pelatih bodybuilding. Dari situlah kemudian Rere melihat banyaknya peserta-peserta yang sedang antusias mengikuti sebuah kompetisi bodybuilding. Rata-rata mereka memiliki tubuh yang berotot dan terbentuk.

Saat itu bobot Rere berhasil turun menjadi 60 kg dengan persentase lemak tubuh sekitar 30 persen. Rere kemudian memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi bodybuilding. Baginya ini merupakan motivasi yang sangat besar untuk bisa hidup lebih sehat. Mengikuti usaha sebelumnya, Rere berhenti makan makanan manis dan camilan. Ia hanya mengonsumsi oatmeal, kue beras, dan sayuran.

Robert, seorang kakek dari Kentucky, adalah bukti hidup bahwa tidak ada kata terlambat untuk mulai berolahraga. Dia mulai berolahraga intens pada usia 56 ketika ia kelebihan berat badan dan tidak mampu berjalan tanpa tongkat. Kini, dia punya otot yang luar biasa meski kulitnya tak bisa menyembunyikan penuaan.

Dia memutuskan untuk mengubah hidupnya, bergabung dengan gym meskipun semua orang sangat skeptis terhadap kemampuannya. Pria yang kini berusia 64 tahun ini sangat bertekad untuk membuktikan bahwa semua orang salah dan tetap pergi ke gym secara teratur.

Tak lama setelah itu, ia menemukan sekelompok penggemar olahraga di YouTube, yang berolahraga di mana saja, tanpa menggunakan jenis peralatan khusus. Sejak itu, ia mencoba melakukannya, dengan latihan senam, cardio, angkat berat, atau olahraga apapun selama dua jam sehari.

Kakek yang dulu berjalan tertatih saat menjaga cucu-cucunya, kini dalam kondisi sangat baik dengan otot perut membentuk sixpacks. Dia bahkan mampu melakukan gerakan 'flag', yaitu latihan kekuatan yang mengharuskannya berpegang pada sebuah tiang vertikal dan tubuhnya sejajar ke tanah.

Beberapa bulan yang lalu berat badan Hannah Willoughby mencapai 108 kg. Saking beratnya, Hannah pernah ditolak naik kuda karena tubuhnya terlalu gemuk. Ia merasa sangat malu karena saat itu banyak keluarganya yang sedang berkumpul. Sejak saat itu, ia pun bertekad menurunkan berat badan.

Hannah Willoughby (39) makan sekitar 3.000 hingga 4.000 kalori setiap hari, yang berarti 1.500 kalori lebih tinggi dari asupan yang disarankan untuk pria rata-rata. Setelah dipermalukan pada acara tamasya keluarga, Hannah mulai bersemangat menurunkan berat badan lagi.

Setiap malam Hannah menyempatkan untuk berjalan kaki, yoga atau latihan aerobik lainnya selama 1 jam. Ia juga mengurangi porsi makannya dengan hanya makan 1.100 kalori tiap hari, menukar cokelat dan kue dengan salad.

Pada saat berat badannya sudah mencapai 76 kg, Hannah pun akhirnya memberanikan diri untuk menyambangi pusat kebugaran, di mana ia mulai mengenal angkat besi untuk pertama kalinya. Hannah bisa 6 kali seminggu mengunjungi pusat kebugaran. Dalam sebulan berat badannya bisa turun hingga 7 kg. Tak heran dalam 7 bulan saja, angka di timbangan Hannah sudah berkurang 50 kg. Lemak-lemak di tubuhnya sudah tidak ada, berganti dengan otot yang kencang.

(mer/vit)

Berita Terkait