Pria punya segudang alasan mengapa mereka memilih mengonsumsi suplemen ini, di antaranya yang paling menonjol adalah demi meningkatkan atau membangkitkan fungsi seksualnya hingga menambah massa otot dan kekuatan fisiknya.
Tapi setelah tim peneliti dari AS melakukan pengamatan terhadap lebih dari 8.000 veteran pria yang memiliki kadar testosteron rendah, dengan cara membandingkan risiko penyakit kardiovaskular partisipan yang diminta mengonsumsi suplemen testosteron dengan yang tidak, ternyata pria yang diberi testosteron berisiko 29 persen lebih besar untuk meninggal dunia, terkena serangan jantung atau stroke tiga tahun pasca penggunaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya, lanjut Ho, studi ini memberikan informasi tentang potensi efek samping pada suplemen testosterone, sehingga sebelum memutuskan untuk mengonsumsi suplemen tersebut, pasien dapat berkonsultasi terlebih dulu dengan produsen maupun dokter pribadinya.
Dr. Steven Nissen, kepala divisi kardiovaskular di Cleveland Clinic sepakat dengan studi ini karena ia dan sejumlah rekan sesama kardiolog memang mengaku khawatir dengan tingginya angka pengguna suplemen testosterone. "Luasnya penggunaan testosterone ini begitu mengkhawatirkan, dan tak ada satu pun studi yang memastikan obat ini aman dikonsumsi dalam jangka panjang," katanya.
Untuk itu terlepas dari banyaknya pria yang mengonsumsi suplemen testosteron, entah karena butuh atau demi membangkitkan kepercayaan diri semata, namun bagi pria yang memang terkena dampak dari rendahnya kadar hormon pria dalam tubuhnya, seperti libido dan kekuatan fisik menurun serta berkurangnya energi, maka berbagai terapi yang dapat meningkatkan kadar testosteron memang benar-benar bisa bermanfaat.
Tapi tetap perlu diingat jika gejala-gejala seperti libido rendah dan kurang tenaga itu tak melulu terjadi karena rendahnya kadar testosteron dalam tubuh seorang pria. Sehingga setiap pria perlu menjalani semacam tes demi memastikan apakah mereka benar-benar kekurangan hormon atau tidak sebelum menjalani pengobatan atau mengonsumsi suplemen hormon.










































