Sakit Langka, Bocah Ini Tak Bisa Makan Kue dan Makanan Lainnya

Sakit Langka, Bocah Ini Tak Bisa Makan Kue dan Makanan Lainnya

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 11 Nov 2013 13:01 WIB
Sakit Langka, Bocah Ini Tak Bisa Makan Kue dan Makanan Lainnya
Theo Carnie dan salah satu kue buatannya (Foto: Daily Mail)
Jakarta - Masih kecil sudah bisa memasak kue tentu bukanlah keahlian biasa. Tapi karena penyakit langka, bocah ini tak bisa memakan kue dan makanan normal lain seperti yang ia buat selama ini.

Akibat penyakit itu, Theo Carnie tak bisa makan makanan normal. Cara makannya pun tak biasa, makanan untuknya hanyalah berupa formula makanan khusus yang dimasukkan ke usus kecil dengan menggunakan selang.

Bocah yang tinggal di Outlane, Huddersfield, West Yorkshire, UK itu awalnya terpaksa berhenti makan layaknya bocah normal ketika usianya baru tiga tahun karena ia terus muntah-muntah tiap kali mencoba mencerna makanan. Kemudian Theo menjalani operasi di Leeds General Infirmary pada bulan September 2009 dimana perut bagian atasnya ditempelkan ke ujung bawah kerongkongan sehingga Theo tak dapat mencerna makanannya secara normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Itu artinya sang ibu Verity (37) dan ayah Theo, Nathan (39) harus mengajari putra mereka bagaimana caranya 'makan' melalui selang. Selang makanan Theo itu terhubung dengan semacam tas ransel yang berisi makanan utamanya.

"Tas itu memberinya berbagai makanan, termasuk obat-obatan dan disitu Theo pun memiliki susu hipoalergenik (susu HA) di dalamnya. Tas ransel kecil dan pompa itu juga ia bawa kemanapun pergi," kata Verity, seorang mantan perawat anak.

Namun meski Theo tak bisa makan makanan normal, orang tua bocah berusia lima tahun ini tidak menyembunyikan makanan dari hadapannya. Dari situ Theo justru jadi suka memasak, kendati ia tak bisa memakan hasil masakannya.

"Ia selalu membantu saya membuat kue atau sekadar membuat makanan. Chef favoritnya adalah Jamie Oliver," tutur Verity seperti dilansir Daily Mail, Senin (11/11/2013).

"Theo juga sangat bahagia berada di antara banyak orang yang makan, dan makanan masih jadi bagian dari hidupnya karena kami tidak makan secara sembunyi-sembunyi. Begitu juga ketika makan di luar, ia ikut bersama kami dan kami membawakannya banyak mainan sehingga ia bisa duduk dan bermain ketika kami makan," imbuhnya.

Baru-baru ini Theo merayakan ulang tahunnya yang kelima. Theo pun dibuatkan dua kue, satu kue ia berikan untuk keluarga dan teman-temannya, dan satu lagi kue replika untuk mengenang hari spesialnya itu.

"Hanya karena ia tak bisa makan kue, bukan berarti kami akan merayakannya dengan cara yang berbeda. Kami semua menyanyikan lagu ulang tahun untuknya dan ia pun meniup lilin," tutur Verity.

Hingga kini Theo juga masih harus menjalani check-up rutin dan pengobatan di Great Ormond Street Children’s Hospital (GOSH).

"Para staf di GOSH begitu fantastis dan mereka membuat setiap kunjungan Theo terasa begitu rileks untuknya. Ia jadi banyak tersenyum, dan tampaknya inilah tempat terbaik baginya. Kami beruntung berada di rumah sakit terbaik di negara ini," ungkap Nathan yang juga seorang dokter umum.

Yang tak kalah membuat Verity dan Nathan haru adalah Theo menjalani semuanya tanpa mengeluh. "Ia adalah bocah yang luar biasa," timpal Verity.



(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads