Mike Tyson Ungkap Pernah Pakai Penis Palsu Agar Lolos Tes Narkoba

ADVERTISEMENT

Mike Tyson Ungkap Pernah Pakai Penis Palsu Agar Lolos Tes Narkoba

- detikHealth
Rabu, 13 Nov 2013 12:34 WIB
Foto; Getty
New York - Narkoba bisa menghancurkan kehidupan seseorang yang telah lama dirintis dengan baik. Bagaimana tidak, orang yang mengonsumsi narkoba akan kecanduan dan merelakan apa saja demi terus bisa mengonsumsi barang tersebut. Bahkan beberapa pecandu tak segan melakukan aneka kebohongan. Seperti mantan petinju, Mike Tyson, dia mengaku pernah menggunakan penis palsu agar lolos tes narkoba.

Mantan penguasa dunia tinju kelas berat itu dalam otobiografinya yang berjudul 'The Undisputed Truth' mengaku sebagian besar waktu dalam karirnya terbuang sia-sia lantaran dia kecanduan kokain dan ganja. Barang haram tersebut telah dikonsumsi Tyson sebelum mengalami kekalahan yang mengejutkan di atas ring dari pria asal London, Danny Williams, pada Juli 2004.

Tyson mengaku pertama kali mencoba kokain saat berusia 11 tahun. "Sejarah perang adalah sejarah narkoba. Setiap jenderal besar dan prajurit sejak awal itu sudah teler," ucapnya.

Pria asal New York yang pensiun dari ring tinju pada 2005 itu mengaku menggunakan penis palsu untuk menghindari kegagalan dalam tes narkoba. Ide itu muncul sebelum dirinya melawan petinju Lou Savarese di Hampden Park pada bulan Juni tahun 2000. Sejak itu salah satu anggota timnya selalu membawa benda tersebut dalam setiap laga.

Untuk menipu petugas tes narkoba, Tyson akan mengisi penis palsunya dengan urine orang lain yang tidak menggunakan narkoba. Alhasil tes narkobanya selalu negatif.

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan jatuh juga. Meski kerap mengandalkan penis palsu, namun suatu kali Tyson tidak bisa mengelak saat tes menunjukkan dirinya positif menggunakan gankja sehingga didenda sekitar Rp 2,3 miliar. Menurutnya dia gagal lolos tes narkoba lantaran tes dilakukan sebelum pembawa penis palsu bisa memberikan barang itu kepadanya.

Bahkan Tyson mengklaim dirinya sempat mengonsumsi kokain sebelum konferensi pers dengan Lennox Lewis di New York pada Januari 2002. Kala itu Tyson memang pernah menggigit lawan tandingnya itu. Tyson mengaku dirinya kehilangan akal dan saat melihat Lewis, keinginannya hanyalah memukul dan mengalahkannya.

Mundur ke belakang, di Februari 1989, untuk pertama kalinya Tyson menghadapi Frank Bruno di Las Vegas. Saat itu Tyson merasa dirinya dalam keadaan tidak baik, sehingga seharusnya Bruno bisa mengalahkannya. Namun yang terjadi, Tyson menang dalam 5 ronde. Di atas ring, keduanya kembali bertemu pada 1996.

Tyson kemudian resmi mundur dari tinju profesional pada 2006 dan menghadapi beberapa kasus pidana di luar ring. "Saya orang jahat. Saya melakukan banyak hal buruk dan saya ingin dimaafkan. Saya ingin mengubah hidup saya," ucap pria yang menyabet gelar juara dunia kelas berat versi WBC, WBA, dan IBF pada usia 20 tahun ini.

"Saya tidak ingin mati. Saya di ambang sekarat gara-gara alkohol," imbuhnya.

"Saya berbohong bahwa saya selama ini baik-baik saja, padahal kenyataannya tidak. Saya bertekad untuk tidak lagi menyentuh minuman keras dan obat-obatan terlarang," kata Tyson seperti dikutip dari BBC.

Tipu muslihat dengan penis palsu agar urinenya yang terkontaminasi obat-obatan terlarang beberapa kali terjadi. Misalnya saja Sydney Levin (34) yang menggunakan penis palsu saat memberikan contoh urine untuk dites narkoba. Namun seorang petugas di Missouri melihat Sydney menggunakan penis palsu yang dikenal sebagai Whizzinator. Pelari jarak jauh asal Italia, Devis Licciardi, juga diduga menggunakan alat serupa.

Whizzinator memang banyak digunakan untuk mengelabuhi petugas dalam tes narkoba. Alat tersebut membantu orang menunjukkan hasil negatif sehingga lolos dari tes obat terlarang karena menggunakan urine orang lain maupun urine sintetis.


(vit/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT