Digigit Laba-laba, Telinga Wanita Ini Menghitam dan Nyaris Putus

Digigit Laba-laba, Telinga Wanita Ini Menghitam dan Nyaris Putus

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 18 Nov 2013 08:24 WIB
Digigit Laba-laba, Telinga Wanita Ini Menghitam dan Nyaris Putus
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Tak semua laba-laba memberikan gigitan yang mematikan atau melumpuhkan tapi tentu tak semua orang tahu mana laba-laba yang berbahaya dan mana yang tidak. Siapa yang menyangka jika setelah digigit laba-laba, telinga wanita ini menghitam hingga harus dipotong dan diganti telinga baru.

Ketika tengah bepergian ke Italia, wanita asal Belanda ini tak sengaja tergigit laba-laba pertapa Mediterania yang beracun. Gigitan itu menyebabkan sebagian telinga wanita berusia 22 tahun ini menghitam dan membuat kulit serta tulang rawannya mati.

Wanita yang tak disebutkan identitasnya itu mulai mengalami gangguan setelah terbangun di pagi hari dengan salah satu kupingnya terasa sangat nyeri. Telinganya juga membengkak namun ia tak sadar itu karena digigit laba-laba. Saat berkunjung ke rumah sakit lokal, ia hanya diberi antihistamine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (16/11/2013), pembengkakan dan nyeri di telinga wanita ini nyatanya tak kunjung reda.

Ketika wanita ini kembali ke Belanda, bagian yang tergigit laba-laba itu telah berubah warna, menandakan bahwa sel-selnya telah mati. Barulah ia mencari bantuan medis dan tim dokter menyadari jika pasien ini telah digigit laba-laba pertapa Mediterania karena laba-laba ini diketahui dapat membunuh sel-sel kulit manusia.

Namun Dr. Marieke van Wijk, dokter bedah plastik yang terlibat dalam penanganan wanita ini menjelaskan ini pertama kalinya ia melihat racun laba-laba tersebut tak hanya bisa menghancurkan kulit tapi juga tulang rawan orang yang digigit.

Usut punya usut, racun laba-laba itu dapat membunuh sel-sel kulit dan tulang rawan korban dengan menggunakan campuran beberapa senyawa kimia yang dapat memecah protein, dan sejauh ini belum ditemukan obat yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Hingga akhirnya, Dr. van Wijk dan rekan-rekannya terpaksa mengangkat jaringan mati itu dari telinga si wanita, lalu telinganya direkonstruksi dengan memanfaatkan tulang rawan yang diambil dari rusuknya sendiri.

Laba-laba pertapa Mediterania memang beracun namun mereka diduga hanya menggigit jika dipaksa melakukan kontak dengan manusia, misalnya terperangkap dalam pakaian atau tempat tidur. Normalnya, gigitan laba-laba ini hanya meninggalkan luka memerah pada kulit. Butuh waktu minimal dua bulan untuk sembuh dari gigitan laba-laba ini. Kalaupun sudah pulih, akan ada bekas luka berbentuk cekungan pada korban.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads