"Ada banyak manfaat nanas, untuk meredakan inflamasi, penyembuhan luka (post operative, atau luka bakar), menaikan serapan obat antibiotik, hingga antivirus yang kini masih diuji lebih jauh," ungkap Tutun Nugraha, PhD., Direktur Center CHMI (Comprehensive Herbal Medicine Institute), Surya University, Indonesia, saat livechat detikforum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya 75, Jakarta, Kamis (21/11/2013).
Bromelain, imbuh Tutun, juga telah diketahui mengurangi pengentalan darah dengan mencegah platelet darah beragregasi dan menyebabkan pengentalan/penyumbatan. Jadi bisa mengurangi risiko stroke, terutama pada penderita kolestrol tinggi, penyumbatan pembulu darah, dan diabetes. Selain itu, bromelain juga mampu menurunkan kemampuan E. Coli untuk menempel pada dinding usus, sehingga risiko terkena infeksi E. Coli seperti sakit pada saluran pencernaan/diare dapat dikurangi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengonsumsi nanas ini pun beragam. Mulai dari memakannya langsung atau membuatnya menjadi jus. Bila kurang menyukai rasa asamnya, Tutun menyarankan untuk menambahkannya dengan gula pasir. Namun Tutun tidak menyarankan memasak nanas, karena enzim bromelain akan rusak sehingga manfaatnya bagi tubuh menjadi tidak optimal.
Ia pun mengakhiri dengan menyarankan, "Dalam beberapa uji pengobatan yang pernah kami lakukan, kami merekomendasikan 2 gelas jus nanas segar per hari, dan tidak ada efek samping sejauh ini. Juga harus menggunakan nanas segar, jadi bukan nanas kalengan misalnya."
(/up)











































