Hai Pria, Begini 8 Cara Alami Tingkatkan Hormon Testosteron dalam Tubuh

Hai Pria, Begini 8 Cara Alami Tingkatkan Hormon Testosteron dalam Tubuh

- detikHealth
Senin, 25 Nov 2013 15:01 WIB
Hai Pria, Begini 8 Cara Alami Tingkatkan Hormon Testosteron dalam Tubuh
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

1. Menurunkan kelebihan berat badan

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Lemak tubuh yang berlebihan akan menurunkan kadar testosteron. Sebuah studi yang dilakukan di University at Buffalo menemukan bahwa 40 persen pria obesitas memiliki kadar testosteron rendah. Studi tambahan lain juga telah menemukan bahwa 75 persen pria yang dianggap sangat gemuk, baik muda maupun tua, memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa menjadi berbalik jika Anda bisa menurunkan berat badan dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

2. Menonton tim favorit bertanding

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Para peneliti di University of Utah menemukan bahwa jika tim favorit Anda, baik tim sepak bola, basket, maupun tim olahraga favorit lainnya, baru saja menang dari sebuah kompetisi, maka testosteron Anda akan meningkat sebanyak 20 persen. Hal sebaliknya juga berlaku, studi ini menemukan terjadi penurunan testosteron sebanyak sekitar 20 persen jika tim favorit Anda kalah.

3. Minum kafein

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Selain memberikan energi, kafein juga dapat meningkatkan testosteron. Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa minum lima cangkir kopi sehari dapat meningkatkan testosteron pada pria. Jangan lupa, tetap seimbangkan konsumsi kafein dengan asupan nutrisi lain, misalnya dari sayuran dan buah-buahan.

4. Jaga asupan vitamin D

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Hormone and Metabolic Research mengungkapkan bahwa pria yang memiliki asupan vitamin D yang tinggi maka memiliki hormon testosteron yang tinggi juga.

Studi lain menemukan bahwa pria dengan testosteron rendah yang diberi suplemen vitamin D (3.332 IU) setiap hari selama satu tahun, mengalami kenaikan testorsteron sebanyak 20 persen.

Makanan kaya akan vitamin D antara lain minyak hati ikan cod, jamur, kedelai, susu, udang, tuna, sereal, keju, tiram, kuning telur, salmon dan tahu.

5. Kurangi stres

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Menurut sebuah studi dari University of Texas, Austin, saat sedang stres tubuh melepaskan sejumlah besar hormon stres kortisol, yang menghambat efek testosteron.

"Ketika sedang berada di bawah tekanan, maka kadar kortisol tetap tinggi. Untuk menurunkannya, maka seseorang harus bisa mengendalikan stresnya," ungkap pemimpin penelitian tersebut, Robert Josephs.

Anda bisa mengurangi stres dengan melakukan meditasi, yoga, atau dengan saling membicarakan masalah yang ada dengan orang terdekat.

6. Cukup istirahat

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa pria yang lebih tua, yaitu di usia antara 64-74 tahun, dapat melipatgandakan kadar testosteron mereka dengan cara memiliki tidur malam yang baik. Semakin lama mereka tidur, semakin banyak testosteron yang beredar dalam darah mereka. Sebaliknya, terlalu sedikit tidur dapat dengan cepat menurunkan kadar testosteron.  tingkat yang lebih rendah.

Studi lain yang dilakukan di University of Chicago Medical Center menemukan bahwa kurang tidur selama seminggu dapat mengakibatkan penurunan kadar testosteron pada pria sebesar 10-15 persen.

7. Olahraga

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jangan hanya diam saja dan enggan untuk bergerak jika memang memiliki waktu dan kesempatan. Segala macam bentuk olahraga dan latihan dapat meningkatkan kadar testosteron. Sebuah studi di Baylor University menemukan bahwa tingkat testosteron akan tetap tinggi selama 48 jam setelah melakukan latihan angkat beban.

Studi berbeda juga menemukan adanya manfaat olahraga terhadap hormon testosteron. Ditemukan bahwa berlari sprint selama 6 detik secara intens dapat meningkatkan testosteron.

Namun tetap segala sesuatu yang berlebihan tidak selamanya baik. Studi di University of North Carolina menemukan bahwa olahraga yang terlalu berlebihan, ekstrem dan jarang istirahat justru akan menyebabkan kadar testosteron menurun sebesar 40 persen.

8. Konsumsi camilan kacang

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Camilan kacang-kacangan seperti almond, kacang Brasil, walnut, dan kacang tanah dapat meningkatkan produksi testosteron. Pria yang terbiasa menerapkan diet tinggi lemak tak jenuh tunggal, yaitu jenis lemak yang ditemukan dalam kacang-kacangan, memiliki tingkat testosteron tertinggi. Kadar asam D-aspartat tinggi meningkatkan produksi testosteron dan tingginya kadar asam amino dalam kacang juga diketahui dapat meningkatkan aliran darah.
Halaman 2 dari 9
Lemak tubuh yang berlebihan akan menurunkan kadar testosteron. Sebuah studi yang dilakukan di University at Buffalo menemukan bahwa 40 persen pria obesitas memiliki kadar testosteron rendah. Studi tambahan lain juga telah menemukan bahwa 75 persen pria yang dianggap sangat gemuk, baik muda maupun tua, memiliki kadar testosteron yang lebih rendah. Oleh sebab itu, kondisi ini bisa menjadi berbalik jika Anda bisa menurunkan berat badan dan mengurangi kadar lemak dalam tubuh.

Para peneliti di University of Utah menemukan bahwa jika tim favorit Anda, baik tim sepak bola, basket, maupun tim olahraga favorit lainnya, baru saja menang dari sebuah kompetisi, maka testosteron Anda akan meningkat sebanyak 20 persen. Hal sebaliknya juga berlaku, studi ini menemukan terjadi penurunan testosteron sebanyak sekitar 20 persen jika tim favorit Anda kalah.

Selain memberikan energi, kafein juga dapat meningkatkan testosteron. Sebuah studi dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa minum lima cangkir kopi sehari dapat meningkatkan testosteron pada pria. Jangan lupa, tetap seimbangkan konsumsi kafein dengan asupan nutrisi lain, misalnya dari sayuran dan buah-buahan.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Hormone and Metabolic Research mengungkapkan bahwa pria yang memiliki asupan vitamin D yang tinggi maka memiliki hormon testosteron yang tinggi juga.

Studi lain menemukan bahwa pria dengan testosteron rendah yang diberi suplemen vitamin D (3.332 IU) setiap hari selama satu tahun, mengalami kenaikan testorsteron sebanyak 20 persen.

Makanan kaya akan vitamin D antara lain minyak hati ikan cod, jamur, kedelai, susu, udang, tuna, sereal, keju, tiram, kuning telur, salmon dan tahu.

Menurut sebuah studi dari University of Texas, Austin, saat sedang stres tubuh melepaskan sejumlah besar hormon stres kortisol, yang menghambat efek testosteron.

"Ketika sedang berada di bawah tekanan, maka kadar kortisol tetap tinggi. Untuk menurunkannya, maka seseorang harus bisa mengendalikan stresnya," ungkap pemimpin penelitian tersebut, Robert Josephs.

Anda bisa mengurangi stres dengan melakukan meditasi, yoga, atau dengan saling membicarakan masalah yang ada dengan orang terdekat.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Belanda menemukan bahwa pria yang lebih tua, yaitu di usia antara 64-74 tahun, dapat melipatgandakan kadar testosteron mereka dengan cara memiliki tidur malam yang baik. Semakin lama mereka tidur, semakin banyak testosteron yang beredar dalam darah mereka. Sebaliknya, terlalu sedikit tidur dapat dengan cepat menurunkan kadar testosteron.  tingkat yang lebih rendah.

Studi lain yang dilakukan di University of Chicago Medical Center menemukan bahwa kurang tidur selama seminggu dapat mengakibatkan penurunan kadar testosteron pada pria sebesar 10-15 persen.

Jangan hanya diam saja dan enggan untuk bergerak jika memang memiliki waktu dan kesempatan. Segala macam bentuk olahraga dan latihan dapat meningkatkan kadar testosteron. Sebuah studi di Baylor University menemukan bahwa tingkat testosteron akan tetap tinggi selama 48 jam setelah melakukan latihan angkat beban.

Studi berbeda juga menemukan adanya manfaat olahraga terhadap hormon testosteron. Ditemukan bahwa berlari sprint selama 6 detik secara intens dapat meningkatkan testosteron.

Namun tetap segala sesuatu yang berlebihan tidak selamanya baik. Studi di University of North Carolina menemukan bahwa olahraga yang terlalu berlebihan, ekstrem dan jarang istirahat justru akan menyebabkan kadar testosteron menurun sebesar 40 persen.

Camilan kacang-kacangan seperti almond, kacang Brasil, walnut, dan kacang tanah dapat meningkatkan produksi testosteron. Pria yang terbiasa menerapkan diet tinggi lemak tak jenuh tunggal, yaitu jenis lemak yang ditemukan dalam kacang-kacangan, memiliki tingkat testosteron tertinggi. Kadar asam D-aspartat tinggi meningkatkan produksi testosteron dan tingginya kadar asam amino dalam kacang juga diketahui dapat meningkatkan aliran darah.

(ajg/vit)

Berita Terkait