1. Menurunkan kelebihan berat badan
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
2. Menonton tim favorit bertanding
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
3. Minum kafein
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
4. Jaga asupan vitamin D
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Studi lain menemukan bahwa pria dengan testosteron rendah yang diberi suplemen vitamin D (3.332 IU) setiap hari selama satu tahun, mengalami kenaikan testorsteron sebanyak 20 persen.
Makanan kaya akan vitamin D antara lain minyak hati ikan cod, jamur, kedelai, susu, udang, tuna, sereal, keju, tiram, kuning telur, salmon dan tahu.
5. Kurangi stres
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Ketika sedang berada di bawah tekanan, maka kadar kortisol tetap tinggi. Untuk menurunkannya, maka seseorang harus bisa mengendalikan stresnya," ungkap pemimpin penelitian tersebut, Robert Josephs.
Anda bisa mengurangi stres dengan melakukan meditasi, yoga, atau dengan saling membicarakan masalah yang ada dengan orang terdekat.
6. Cukup istirahat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Studi lain yang dilakukan di University of Chicago Medical Center menemukan bahwa kurang tidur selama seminggu dapat mengakibatkan penurunan kadar testosteron pada pria sebesar 10-15 persen.
7. Olahraga
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Studi berbeda juga menemukan adanya manfaat olahraga terhadap hormon testosteron. Ditemukan bahwa berlari sprint selama 6 detik secara intens dapat meningkatkan testosteron.
Namun tetap segala sesuatu yang berlebihan tidak selamanya baik. Studi di University of North Carolina menemukan bahwa olahraga yang terlalu berlebihan, ekstrem dan jarang istirahat justru akan menyebabkan kadar testosteron menurun sebesar 40 persen.
8. Konsumsi camilan kacang
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Halaman 2 dari 9











































