Selasa, 26 Nov 2013 14:03 WIB

Simsalabim! Plasenta Bayi pun 'Disulap' Jadi Bingkai Foto

- detikHealth
Foto: University of Brighton
Jakarta - Plasenta atau yang biasa disebut dengan ari-ari, dalam tradisi di beberapa suku di Indonesia harus dipendam atau dilarung ke laut. Namun Amanda Cotton, lulusan University of Brighton, Inggris, melakukan inovasi baru terkait plasenta. Ia berhasil 'menyulap' plasenta menjadi sebuah produk seni, yaitu bingkai foto.

Sedemikian rupa Cotton membuat efek marble pada bingkai plasentanya. Hingga kini, Cotton bahkan sudah menerima pesanan dari beberapa orang tua.

Cotton pertama-tama merebus plasenta hingga mendidih dan 'matang'. Kemudian ia menghaluskan rebusan plasenta itu menjadi potongan kecil-kecil. Baru setelah itu ia mencampurkannya dengan resin (getah atau minyak tertentu) beserta material lainnya.

"Saya mendapat banyak respons positif dari para calon orang tua. Sekarag saya punya beberapa 'klien'," ungkap Cotton kepada Mirror, Selasa (26/11/2013).

Salah satu pemesan adalah Ulrika Jarl, yang tengah menanti kelahiran putri keduanya menjelang hari Natal tahun ini. Rencananya, setelah melahirkan Jarl akan menyimpan plasenta bayinya di dalam cool box, kemudian menyerahkannya kepada Cotton untuk disulap menjadi bingkai foto.

"Barangkali sebagian orang menganggap ini hal yang aneh. Tapi saya justru melihat ini sebagai sebuah cara unik untuk membuat sesuatu yang kita anggap tak berguna menjadi menarik dan berguna," ungkap Jarl.

Jarl ternyata juga lulusan Unievrity of Brighton beberapa tahun lampau, dari jurusan 'sustainable design' (desain berkelanjutan). Ia menganggap inovasi Cotton ini sangat dekat dengan bidang studinya, sehingga tak heran ia menjadi tertarik memesan bingkai foto ini. Menurutnya banyak sekali hal di dunia ini yang dianggap sebagai sampah, padahal masih bisa menjadi bahan mentah untuk suatu produk.

"Saya punya teman yang mengaku mengonsumsi kapsul plasenta. Menurutnya kapsul itu dapat menambahkan energi, menambah susu, hingga melawan postpartum blues (perubahan emosi pasca melahirkan). Kita juga bisa mendonasikan plasenta untuk melatih anjing pelacak mencari jasad manusia," tutur Jarl.

Jarl berusaha membuktikan beberapa manfaat plasenta setelah keluar dari rahim ibu. Menurutnya, plasenta memang sudah sangat 'berjasa' melindungi bayi selama 9 bulan di dalam rahim ibu, dan ternyata masih bisa berguna meski bayi sudah dilahirkan. "Sangat mubazir jika plasenta hanya dibuang begitu saja," pungkasnya.



(vit/up)