Pembagian kondom kepada mahasiswa di sekitar Kampus Universitas Gadjah Mada di Bulaksumur, Yogyakarta menuai kecaman. Pihak UGM pun tidak tinggal diam dan angkat suara. Mereka menyesalkan telah terjadi kegiatan semacam itu.
UGM menilai kegiatan itu tidak tepat sasaran. Selain itu, disinyalir ada pihak-pihak tertentu yang menunggangi kegiatan Pekan Kondom Nasional dengan melakukan aksi di luar jadwal yang telah ditentukan.
"Kita sangat menyesalkan pembagian kondom ini di sekitar lingkungan kampus," kata Sekretaris Eksekutif UGM, Drs Gugup Kismono, MBA, PhD, di kantor Pusat UGM, Selasa (3/12/2013).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada bus seperti itu yang mampir ke UGM," katanya.
Selain itu, lanjut Gugup, pihak kampus juga tidak menerima permohonan izin dari panitia untuk kegiatan Pekan Kondom Nasional yang berlangsung pada 1-7 Desember 2013. Kalau pun ada permohonan, kampus tidak akan memberikan izin karena dinilai tidak tepat sasaran.
"Kami mensinyalir ada pihak yang menunggangi kegiatan Pekan Kondom Nasional dengan melakukan aksi di luar jadwal yang telah ditentukan. Kami akan protes karena tidak sesuai dengan kaidah dan nilai-nilai pendidikan yang diterapkan UGM," katanya.
Pihak kampus juga sudah menyampaikan kasus ini kepada Wakil Menteri Kesehatan, Prof dr Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD untuk diklarifikasi.
Sementara penjaga portal, Tri Wahyuni, secara terpisah mengatakan dirinya sempat menyaksikan aksi pembagian buku di depan pintu masuk pada hari Jumat pagi. Di dalam buku yang dibagikan tersebut terdapat kondom. "Kebetulan saya jaga di portal pintu keluar, mereka membagikan ke pengendara yang lewat," katanya.
Mengetahui ada pembagian kondom gratis, Tri langsung menegurnya. Dia kemudian melaporkan ke petugas SKK lainnya. Oleh petugas, orang yang membagikan kondom langsung diminta membubarkan diri dan tidak berada di sekitar kampus.
DKT Indonesia sebagai penggagas Pekan Kondom Nasional yang meluncurkan bus kondom membantah telah melakukan kegiatan bagi-bagi kondom di kampus tertua di Indonesia tersebut. Apalagi jika dikabarkan kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan bus kondom.
"Tidak ada bus kondom di Yogyakarta maupun di Universitas Gadjah Mada. Kami hanya membuat 1 bus dan sedang dipakai di Jakarta," kata Todd Callahan, Country Director DKT Indonesia, seperti diberitakan detikHealth sebelumnya.
(up/)











































