Jumat, 06 Des 2013 15:17 WIB

Mengenal Sosok Roy Sparringa, Bos Baru Badan POM

- detikHealth
Roy Sparingga bersama istri (Foto: Merry/detikHealth) Roy Sparingga bersama istri (Foto: Merry/detikHealth)
Jakarta - Terhitung sejak hari ini, 6 Desember 2013, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) punya bos baru bernama Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc atau yang lebih dikenal dengan nama Roy Sparringa. Roy menggantikan Kepala Badan POM sebelumnya, Dra Lucky S Slamet, MSc, yang sudah masuk masa pensiun.

Roy bukanlah orang baru di BPOM. Ia bergabung sejak badan ini mulai dibentuk pada tahun 2001, dengan jabatan awal sebagai Kasubdit Surveilan dan Penanggulan Keamanan Pangan.

Pada tahun 2007, Roy dipromosikan sebagai Asisten Deputi Bidang Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Kementerian Riset dan Teknologi. Sempat berkarir di Kemenristek selama tiga tahun, sejak 13 Agustus 2010, Roy kembali mengabdi di Badan POM sebagai Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya. Kini Roy resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Badan POM.

"Terus terang di step ini memang tantangan kita semakin tinggi. Untuk meningkatkan kinerja, kami ingin saatnya mendengar kepada stakeholder, masyarakat, tentu konsumen, produsen, akademisi, semua komponen bangsa kami dengar. Apa yang mereka harapkan. Tentu kami dari dalam sendiri akan meningkatkan kinerja kami, SDM kami, regulary system kami," tutur Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc, saat ditemui di kantornya, Gedung Badan POM, Jl. Percetakan Negara No 23, Jakarta, Jumat (6/12/2013).

Menurut Roy, program jangka pendek yang akan dilakukan Badan POM di bawah kepemimpinannya adalah menggalang kemitraan dengan lintas sektor, dan lebih banyak mendengar masukan dari berbagai kalangan. Dengan cara ini, diharapkan akan ada terobosan baru dalam menjamin keamanan pangan dan obat yang beredar di masyarakat.

"Menggalang kemitraan adalah bagian dari agenda utama kami," tegasnya.

Roy lahir di Sidoarjo pada 1 Mei 1962. Adik Daniel Sparingga, Staf Khusus Presiden SBY bidang Komunikasi Politik, dan adik Helen Sparingga, penyanyi era tahun 80-an ini, menghabiskan masa kecilnya di Porong, Jawa Timur, jauh dari orang tuanya yang saat itu bertugas di Jakarta.

Masa kuliah dilewatinya di Universitas Brawijaya, Malang, sebagai bentuk kepatuhan terhadap permintaan orang tuanya. Roy memilih jurusan Teknologi Pangan, di mana ia lulus pada tahun 1985 dengan title Cum Laude, lulus terbaik dan tercepat. Ia juga mendapat gelar sebagai mahasiswa teladan.

Selepas kuliah, Jakarta menjadi tujuannya untuk mengejar ilmu. Mimpi Roy untuk bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yang saat itu dipimpin oleh BJ Habibie, sempat diuji ketika lamarannya tak kunjung mendapat respons. Pantang menyerah, Roy kemudian mengirimkan surat langsung kepada BJ Habibie. Dari situlah kesempatannya terbuka. Roy dipanggil untuk mengikuti tes dan kemudian dinyatakan lulus.

Kegemarannya pada mata pelajaran mikrobiologi membuatnya terus ingin belajar dan memperdalam ilmunya. Pada tahun 1993, ia mengambil Food Microbiology di University of New South Wales, Sydney, Australia. Gelar Doktor di bidang Food Science and Technology diperoleh di University of Reading, Inggris, pada tahun 1999, di mana Roy kembali mendapatkan gelar sebagai lulusan tercepat.

Keamanan pangan selalu menjadi bidang menarik minat Roy. Misinya untuk memperbaiki keamanan pangan, didukung oleh latar belakang pendidikan, membuatnya sangat konsisten memperhatikan isu ini. Ia menyadari tantangan besar yang dihadapi oleh Indonesia dalam bidang keamanan pangan, karena terkait erat dengan perilaku manusia.

Baginya, tanggung jawab BPOM sungguh berat, namun sangat mulia, yaitu memastikan bahwa makanan, minuman dan obat yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia adalah aman, berumut dan bermanfaat. Bertahun-tahun bekerja di Badan POM membuatnya melihat secara langsung upaya keras rekan-rekannya di Badan POM dalam memenuhi tugas tersebut.


BIODATA

Nama lengkap
Dr. Ir. Roy Alexander Sparringa, M.App.Sc

Tempat dan tanggal lahir
Sidoarjo, 1 Mei 1962

Riwayat pendidikan
Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya (1981-1985)
Food Microbiology, University of New South Wales, Sydney, Australia (1992-1993)
Food Science and Technology, University of Reading, Inggris (1996-1999).

Prestasi
Cum laude, lulus terbaik dan tercepat, Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya (1985)
Lulus tercepat, Food Science and Technology, University of Reading, Inggris (1999)
Lulus terbaik kedua, Spama (Diklat PIM Tk. III) (2001)
Lulus terbaik pertama, Diklat PIM Tk.II (2008)
Lulus terbaik pertama dan memperoleh Penghargaan Wibawa Seroja Nugraha, Program Pendidikan Reguler Angkatan XLIII Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI)

Pengalaman jabatan dan pekerjaan
Analis Kebijakan, Asisten Departemen Urusan Ilmu Kedokteran Kesehatan (2000-2001)
Kasubdit Surveilan dan Penanggulan Keamanan Pangan, Badan POM RI (2001-2007)
Asisten Deputi Bidang Perkembangan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Kementerian Ristek (2007-2010)
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) (Januari 2012-Agustus 2013)
Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Badan POM (13 Agustus 2010-6 Desember 2013).






(mer/up)
News Feed